BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Ekstrem Masih Terjadi Hingga 22 Januari

El John News, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah daerah di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang dalam periode 16–22 Januari 2026. Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi dua wilayah yang masuk kategori siaga, seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
BMKG mencatat, kondisi atmosfer terkini menunjukkan adanya lonjakan curah hujan signifikan, terutama di Pulau Jawa. Di Jawa Tengah, misalnya, curah hujan harian sempat mencapai 188,4 milimeter, angka yang sudah masuk dalam kategori hujan ekstrem karena melampaui ambang 150 milimeter per hari.
Sementara itu, intensitas hujan yang lebih tinggi tercatat di wilayah pesisir utara Jabodetabek. Berdasarkan pengamatan BMKG, hujan ekstrem terjadi sejak Senin pagi hingga Selasa pagi, 12–13 Januari 2026. Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok mencatat curah hujan mencapai 235 milimeter, sedangkan Stasiun Sunter Rawabadak melaporkan 203 milimeter. Selain itu, sejumlah pos pemantauan hujan di kawasan yang sama juga mencatat hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat.
BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi berbagai faktor atmosfer, khususnya pada skala regional. Salah satu pemicunya adalah keberadaan sirkulasi siklonik di selatan Nusa Tenggara Barat yang berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Fenomena ini diperkuat oleh masuknya monsun dingin Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia.
Kombinasi kedua faktor tersebut membentuk dan memperkuat zona konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini dinilai sangat mendukung pertumbuhan awan hujan yang intens dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih akan memberikan pengaruh signifikan. Selain monsun dingin Asia dan Bibit Siklon Tropis 96S, cuaca Indonesia juga dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, serta keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, longsor, genangan, pohon tumbang, dan gangguan transportasi, khususnya di wilayah yang masuk dalam daftar peringatan dini.
