Bos Propan Raya, Kris Rianto Adidarma Sabet Penghargaan CEO Terbaik 2019
Majalah SWA dan Dunamis Organization Services kembali menggelar pemberian penghargaan CEO Terbaik 2019. Penghargaan ini diberikan kepada para CEO yang dinilai sukses membawa perusahaan tumbuh pesat ditengah ketidakpastian ekonomi global dan belum stabilnya perekonomian domestik.m
Salah satu yang menerima penghargaan ini adalah CEO Propan Raya, Kris Rianto Adidarma. Kris dianggap sukses membawa Propran Raya sebagai perusahaan cat yang berkualitas tinggi dan tidak berbahaya.
Inovasi yang ditelurkan Kris, menjadi indikator kesuksesan Kris memajukan perusahaan ini. Inovasi itu, yakni tdiciptakannya cat-cat ramah lingkungan. Selain itu, Propan Raya juga telah menerapkan teknologi digital 4.0, mulai dari proses pembuatan hingga pemasaran produk.
Ternyata tak hanya itu, Kris juga dinilai mampu mencetak SDM handal dan bermutu, khususnya di bidang pengecetan. Atas jasanya Kris, tidak sedikit SDM Propan Raya yang kini hidupnya lebih sejahtera.
Kris juga terus berkomitmen mewujudkan usaha-usaha mengangkat arsitektur nusantara serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia.
Kris mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penghargaan ini. Menurut Kris, ini ada pencapaian yang luar biasa yang diraih Propan Raya.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Majalah SWA, Dunamis Organization Services, tim juri, dan semua pihak yang telah menobatkan saya sebagai Best CEO 2019,” katanya.
Kris mengatakan penghargaan ini, menjadi momentum untuk terus berkarya untuk negeri. Menurut Kris, tanpa kerja keras karyawan, penghargaan itu sulit di raih. Karena itu, ia mendedikasikan penghargaan tersebut untuk seluruh karyawan Popan Raya dan keluarga tercinta. “Terutama ayah saya, Hendra Adidarma. I love you,” ucap Kris.
Ternyata Kris tak sendiri, ada CEO lain yang bersanding sama degan Kris untuk menerima penghargaan ini, yakni CEO Golden Energy Mines Tbk Bonifasius, CEO Alianz Life Indonesia Joos Louwerier, serta CEO PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Anggara Hans Prawira.
Selain itu, ada CEO PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya, CEO PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius, dan CEO Rumah Zakat Indonesia Nur Efendi. Kemudian, CEO PT Bintang Toedjoe Simon Jonatan, Chairman Multi Inti Sarana Group Tedy Agustiansjah, dan CEO Standart Chartered Bank Indonesia Rino Donosoepoetro.
Chief Editor SWA Grup Kemal Effendy Gani memberikan selamat kepada para pemenang. Ia menjelaskan, seorang CEO yang berkerja keras untuk mengembangkan perusahaan sudah sepatutnya untuk diberikan penghargaan. Dengan keberhasilan itu, maka seorang CEO telah berhasil menghadirkan gagasan baru dan inovasi, baik dalam melakukan transformasi maupun mengubah model bisnis serta mampu membangun kepercayaan kepada para stakeholder terutama karyawan
“CEO-CEO terbaik hasil survei yang kami lakukan tahun ini menunjukkan kemampuan mereka sebagai pemimpin bisnis yang berhasil mengatasi disrupsi tersebut,” ujarnya.
Sementara, Partner Dunamis Organization Services dan Head of Franklin Covey Indonesia Tommy Sudjarwadi, mengatakan, mereka dipilih berdasarkan kualitas kepemimpinan CEO dilihat dari kemampuan CEO memerankan empat fungsi yang ada di The 4 Roles of Leadership: perintis, penyelaras, pemberdaya dan panutan.
Pada fungsi Perintis (Pathfinder) melihat bahwa CEO harus tahu kemana harus menuju dan dapat menuntun dalam perjalanannya. Sebagai pemimpin, ia berhasil membawa teamnya ke tempat yang dituju meski mereka pada awalnya menolak.
Fungsi Penyelaras (Alignment) melihat CEO haruslah mampu membuat sistem kerja yang baik sehingga perusahaan dapat berjalan ke arah yang benar sesuai tujuan yang hendak dicapai.
Fungsi Pemberdaya (Empower) memperlihatkan fungsi CEO yang harus mampu mendorong semua orang terlibat dalam perusahaan dengan sepenuh hati. Bekerja tidak hanya karena kewajiban namun bersedia memberikan yang terbaik tanpa paksaan siapapun.
Fungsi Panutan (Role Model) melihat bahwa CEO haruslah dapat dipercaya untuk diikuti. “Empat parameter inilah sangat kritikal dan cocok untuk mengukur apakah CEO bersangkutan bisa beradaptasi dalam situasi VUCA (volatile, uncertain, complex dan ambigous),” tuturnya.
