BPJS Kesehatan Catat 23 Juta Peserta Tunggak Iuran, Total Piutang Tembus Rp14 Triliun

0
f12c00e9-d42b-4cbb-b9f2-0004a47d16e6 (1)

BPJS Kesehatan menyampaikan lebih dari 23 juta peserta JKN tercatat menunggak iuran. Total tunggakan yang belum dibayarkan mencapai sekitar Rp14 triliun. (Foto: Generated AI)

El John News, JakartaBPJS Kesehatan mengungkapkan jumlah peserta yang menunggak iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai lebih dari 23 juta orang. Total nilai tunggakan tersebut tercatat menembus sekitar Rp14 triliun.

Data itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

“Kira-kira itu yang punya piutang itu sekitar 23 juta orang lebih gitu. Nah kemudian yang jumlah totalnya itu sekitar Rp14.258.680,” ujar Ghufron.

Ia menjelaskan, tingginya angka tunggakan tidak terlepas dari lonjakan jumlah kepesertaan JKN sejak program tersebut diluncurkan pada 2014. Saat pertama kali berjalan, jumlah peserta tercatat sekitar 133 juta jiwa. Kini, kepesertaan BPJS Kesehatan telah meningkat signifikan hingga mencapai 283 juta jiwa.

Menurut Ghufron, pertumbuhan kepesertaan yang pesat tersebut turut diiringi peningkatan jumlah peserta nonaktif, terutama akibat keterlambatan atau ketidakmampuan membayar iuran.

“Kenapa tidak aktif, karena menunggak. Menunggak itu ditagih-tagihkan, tapi juga tidak keluar uangnya. Makanya banyak peserta nonaktif karena menunggak iuran”

Ia menegaskan bahwa peserta yang menunggak secara otomatis menjadi tidak aktif dan tidak dapat memanfaatkan layanan kesehatan sebelum kewajibannya dilunasi. Kondisi ini berdampak pada tingginya angka peserta nonaktif dalam sistem JKN.

Lonjakan tunggakan tersebut menjadi perhatian serius, mengingat keberlanjutan program JKN sangat bergantung pada kepatuhan pembayaran iuran, khususnya dari segmen peserta mandiri.

Dalam forum RDP tersebut, Komisi IX DPR RI juga menyoroti pentingnya strategi penagihan yang lebih efektif serta skema kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pembiayaan dan perlindungan peserta.

BPJS Kesehatan sendiri terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kolektibilitas iuran, termasuk melalui sosialisasi, penagihan bertahap, serta pemberian kemudahan pembayaran bagi peserta yang mengalami kesulitan.

Dengan jumlah kepesertaan yang telah menjangkau hampir seluruh penduduk Indonesia, tantangan utama BPJS Kesehatan ke depan adalah menjaga keberlanjutan pembiayaan sekaligus memastikan akses layanan tetap merata bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *