BPJT Pastikan Seluruh Gerbang Tol Siap Layani Pembayaran Non Tunai
Pengendara melintas memasuki gerbang tol transaksi non tunai di pintu masuk Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/8). PT Jasa Marga berencana akan menerapkan transaksi elektronik tol non tunai di seluruh gerbang tol ruas jalan tol Jasa Marga mulai 31 Oktober 2017 mendatang, guna mengurai kemacetan yang terjadi akibat imbas antrean transaksi di pintu tol. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc/17.
Persiapan untuk memberlakukan pembayaran non tunai di gerbang tol sudah semakin rampung. Bahkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan seluruh gerbang tol di Indonesia sudah siap melayani pembayaran non tunai yang akan diberlakukan akhir Oktober tahun ini. Diharapkan para pengguna jalan tol juga sudah menyiapkan e-money atau kartu elektronik tol (E-Toll) untuk menyambut program ini.
“Kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait, termasuk BUJT (badan usaha jalan tol) bahwa pada akhir Oktober sudah 100 persen menggunakan transaksi non tunai,” kata Kepala BPJT Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 5 September 2017.
Hadir dalam keterangan pers itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani, Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmadwijaja.
Herry mengakui masyarakat menyambut baik diberlakukannya program elektronifikasi ini, karena dapat meningkatkan pelayanan jalan tol. Peningkatan jalan tol yang dimaksud itu seperti aksebilitas, waktu transaksi yang semakin cepat dan meminimalisir antrian di gerbang tol.
“Harapan kita, per transaksi dengan non tunai hanya sekitar empat detik,” katanya.
Meski demkian Herry membenarkan angka penetrasi pengguna non tunai ini per Juli 2017 baru sekitar 30 persen dengan rincian Jabodetabek sekitar 35 persen dan nonJabodetabek sekitar 18 persen , sedangkan di luar Jawa rata-rata hanys 16 persen.
“Meski begitu, memasuki Oktober beberapa ruas sudah 100 persen seperti tol Bali Mandara. Tambahan perbankan yang bergabung juga terus bertambah, contohnya per hari ini BCA di Jabodetabek sedang uji coba, melengkapi Bank Himbara sebelumnya,” katanya.
Herry juga menyebut, akhir September ini, dasar hukum bagi elektronifiksai 100 persen ini akan diterbitkan berupa Peraturan Menteri PUPR.
Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani menyambut baik kebijakan ini dan hingga saat ini pihaknya telah melakukan sejumlah upaya agar penetrasinya terus meningkat antara lain melalui pemberian potongan harga bagi pengguna tol dengan E-toll baik pada arus mudik maupun pada Idul Adha kemarin.
“Prasarana kami siap 100 persen untuk digunakannya E-Toll. Seluruh gardu tol kami saat ini sekitar 60 persen dioperasikan manual dan sisanya berupa GTO (gerbang tol otomatis). Namun, keduanya sudah bisa menerima transaksi non tunai,” katanya.
