BPS: Kecelakaan Lion Air JT-160 Tak Akan Surutkan Kunjungan Wisman

0
wis

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan  dua bulan jelang akhir tahun, kunjungan wisatawan  mancanegara (wisman) ke ke sejumlah destinasi wisata di  Indonesia  tetap ramai, meskipun telah terjadi kecelakaan pesawat Lion Air JT-160 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018 lalu.  Pasalnya,  sebentar lagi akan masuk musim libur akhir tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS  Yunita Rusanti mengakui BPS belum menghitung pergerakan wisman,  pasca terjadi kecelakaan ini. Penghitungan baru dapat dilakukan setelah satu bulan berjalan.

“Memang kalau data pariwisata (pasca kecelakaan Lion Air JT 610) belum terlihat, karena data pariwisata itu terjadi jeda satu bulan. Berarti kalau mau lihat angka pariwisata dari kejadian ini akan terlihat pada Desember,” katanya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Yunita yakin kecelakaan tersebut tidak akan membuat wisman takut   berlibur ke destinasi wisata yang ada di Indonesia.  “Mudah-mudahan enggak trauma, takut, dan segala macam. Apalagi nanti masuk musim libur, Natal, dan Tahun Baru di Desember. Saya pikir orang enggak terlalu takut,”  ujar Yunita.

Peningkatan  jumlah wisman akan tetap tumbuh seiring peningkatan masyarakat ekonomi kelas menengah. “Apalagi ini kan juga menjelang liburan akhir tahun. Orang juga banyak yang mengejar perjalanan dinas,” tandasnya.

BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari-September 2018 berjumlah 11,93 juta kunjungan. Angka ini naik 11,81 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 10,67 juta kunjungan.

“Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 7,68 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 2,32 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 1,92 juta kunjungan,” tutup Yunita.

Jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk laut pada September 2018 mengalami kenaikan sebesar 6,81 persen dibanding September 2017, yaitu dari 229,74 ribu kunjungan menjadi 245,38 ribu kunjungan. Persentase kenaikan tertinggi tercatat di pintu masuk Batam, Kepulauan Riau sebesar 25,33 persen, sedangkan persentase penurunan terjadi di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali sebesar 91,98 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *