Gunung-Bromo

Kawasan wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) tak lama lagi akan memiliki Badan Otorita Pariwisata (BOP). Pemerintah Kabupaten Malang kini sedang menyiapkan persyaratan untuk mendirikan BOP. Persyaratan itu ada memiliki lahan yang tak jauh dari BTS.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan sudah ada lahan di Wonosari dengan Wonosari dengan luas lahan berkisar 150 hektare. Kecamatan Wonosari sendiri berada satu akses dengan wisata religi Gunung Kawi.

Kesiapan lahan adalah syarat utama untuk mendukung berdirinya BOP Bromo Tengger Semeru, salah satu dari 10 destinasi unggulan digagas Kementerian Pariwisata.

Seperti diketahui,  kawasan BTS mencakup wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan. Sementara yang paling siap menyediakan lahan pendukung BOP Bromo Tengger Semeru, yakni Kabupaten Malang.

“Wonosari kita pilih karena tersedianya lahan 150 hektare. Lokasinya juga cukup strategis menjangkau seluruh destinasi wisata di Kabupaten Malang, seperti pantai, culture, agro, religi, hingga kawasan Bromo Tengger Semeru itu sendiri. Wonosari juga memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata,” ungkap Made Arya, Kamis, 18 Januari 2018.

Made Arya mengungkpan lahan yang disiapkan itu sudah mendapat restuk dari Kementerian Pariwisata dan Wonosari dinilai sebagai pilihan yang tepat untuk mendirikan BOP.  Menurut Made rencana untuk mendirikan BOP kini sedang berada di tangan Kementerian Koordinasi Kemaritiman.

Menurutnya, kesiapan lahan telah mendapat persetujuan Kementerian Pariwisata, dan Wonosari dinilai cocok mewujudkan Badan Otorita Pariwisata Bromo Tengger Semeru.

“Harapan Bapak Bupati, tahun ini bisa segera terealisasi. Proses yang kini berjalan, kita menunggu pembahasan akhir di Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman. Hingga selanjutnya diajukan kepada presiden,” tuturnya.

Dari keseluruhan luas lahan yang tersedia, beber Made, 50 hektare diantaranya akan dikelola Badan Otorita Pariwisata Bromo Tengger Semeru.

Sisanya, menjadi kewenangan Kementerian Pariwisata, kedua lembaga ini bersinergi menggenjot kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. “Karena Bromo Tengger Semeru, bukan hanya ikon Jawa Timur. Namun sudah menjadi destinasi tujuan wisata internasional. BOP (badan otorita pariwisata) mengembangkan dengan destinasi wisata buatan, miniatur ikon wisata dibuat, pusat kuliner dan beragam wahana sebagai obyek wisata andalan,” Made mengakhiri. (Sumber Berita Jatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *