Culture

Budaya NTT dan NTB Menghiasi Wisuda ke-78 Universitas Tarumanagara

Wisuda 78 Universitas Tarumanagara (Untar) yang dilangsungkan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/11/2021) turut menampilkan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Budaya di dua provinsi ini ditampilkan melalui busana yang dikenakan  panitia dan juga MC. Mereka mengenakan pakaian adat khas NTT dan NTB.

Selain itu, musik  yang mengiringi proses wisuda juga menampilkan  musik dari NTT dan NTB beserta alat musik tradisional NTT yakni Sasando. Tak hanya itu,  pemain musiknya pun  juga mengenakan pakaian adat dari dua provinsi tersebut. Tak berhenti disitu, tampilan background digital untuk acara wisuda juga memuat desain tenun khas NTT dan NTB.Budaya NTT dan NTB yang menghiasi Wisuda 78 Untar ini, merupakan salah satu bentuk  kontribusi Untar dalam mengembangkan budaya nusantara. Pengembangan tersebut dilakukan Untar dengan mengangkat tema budaya  daerah pada setiap kegiatan akademik yang digelar Untar

“Di Untar itu kalau wisuda setiap tahun selalu berganti-ganti temanya jadi mengangkat budaya nusantara, dalam arti kami sebagai Lembaga pendidikan ingin mengangkat potensi di daerah-daerah, mengapa, ini relevansinya dengan tagline yang kami sampaikan sejak ulang tahun Untar ke-60 yaitu Untar untuk Indonesia sehingga kami selalu menampilkan budaya-budaya nusantara dalam wisuda ini,” kata Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, IPU, ASEAN Eng kepada tim liputan EL JOHN News usai acara wisuda.Selain itu, menurut Prof. Agustinus, dipilihnya tema budaya daerah juga untuk memperkenalkan Untar kepada daerah tersebut, dengan harapan Untar nantinya dapat membantu daerah pada  sektor pendidikannya.

“Tentu kami membangun kolaborasi dengan daerah-daerah di mana kami tampilkan budayanya dalam wisuda ini.Misalnya kami membangun kolaborasi dengan sekolah-sekolah yang ada di sana kemudian dengan pemerintah daerah dan juga bagaimana kita bisa membantu mereka misalkan butuh beasiswa, jadi kami akan memberikan beasiswa semampu yang dimiliki Untar kepada calon-calon mahasiswa dari daerah-daerah tersebut,” ujar Prof. Agustinus.Lebih lanjut, Prof Agustinus mengungkapkan bawa Untar tidak hanya konsen terhadap dunia pendidikan,  namun Untar juga  terpanggil untuk ikut  membantu pemerintah dalam mempromosikan pariwisata dan budaya, apalagi sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19,  yang pemulihannya dilakukan oleh lintas institusi.“Jadi saya kira promosi budaya, pariwisata itu jangan berhenti ya, kita tetap melakukannya dan Untar sangat konsen dengan hal-hal seperti ini , karena Untar sebagai lembaga pendidikan punya potensi untuk mempromosikan itu dengan media yang dimiliki sekaligus juga ada pakar-pakar juga di Untar yang mengerti di bidang-bidang itu,” ungkap Prof. Agustinus.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button