Bulog Diberi Waktu Pertengahan Februari 2018 Untuk Impor Beras
Sejumlah pekerja menata beras di Gudang Bulog di Kediri Jawa Timur, Senin (30/6). Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Kediri memastikan stok beras pada Ramadhan dan Lebaran hingga 12 bulan kedepan aman. Bulog juga akan mengelar "Operasi Pasar" guna menstabilkan harga dibulan Ramadhan ini. ANTARA FOTO/Rudi Mulya/ed/mes/14
Pemerintah akhirnya memerintahkan Perum Bulog melakukan impor beras dengan total volume 500 ribu ton. Awalnya impor beras dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).
Peran Bulog untuk mengimpor beras ini, merupakan amanah dari Peraturan Presiden nomor 48 tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional menyatakan bahwa Bulog dapat melaksanakan impor untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok beras.
“Karena memang mandat untuk stabilisasi harga dan memperkuat cadangan beras pemerintah, dalam Peraturan Presiden 48/2016 adalah Bulog. Jelas tidak ada ditambahkan yang lain-lain,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.
Menurut Darmin, dengan diambil alihr impor beras ini oleh Bulog ini maka Peraturan Menteri Perdagangan soal impor beras dihentikan.
“Impor beras yang tadinya direncanakan melalui pelaksanaan peraturan Menteri Perdagangan dihentikan, dan pemerintah mengubahnya menjadi impor beras melalui Bulog berdasarkan Perpres 48/2016,” ujar Darmin.
Setelah dapat intruksi ini, maka Bulog harus secepatnya melakukan impor beras. Paling lambat sampai pertengahan Februari 2018, impor beras yang dilakukan Bulog sudah rampung.
“Kami hanya akan memungkinkan mandat pada Bulog untuk melakukan impor itu. Sebagai catatan, 500 ribu ton beras bisa 20 kapal. Maka tidak mungkin sekaligus, atau bertahap sampai paling lambat pertengahan Februari 2018. Kalau harga belum bergerak turun, kami teruskan sampai akhir Februari,” kata Darmin.
Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, mengatakan pihaknya akan melaksanakan proses impor secara baik dan benar, yaitu mulai dari proses administrasi awal hingga barang sampai.
“Kesempatan saya untuk mempercepat barang datang adalah di proses administrasi sekaligus negosiasi. Saya belum mempunyai hubungan dengan mereka secara khusus, namun Bulog berupaya mencapai target jumlah, waktu, dan kualitas harga seusai standar ukuran,” ucap dia.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita penugasan impor beras langsung kepada Perum Bulog akan dipakai untuk keperluan cadangan.
Enggartiasto mengatakan pihaknya akan mendukung proses adminsitrasi untuk impor supaya beras bisa sampai lebih cepat sesuai arahan Menko Perekonomian.
“Prosesnya akan kami speed up tanpa mengabaikan dan melanggar ketentuan yang lain. Dengan demikian maka tidak akan ada kekhawatiran terjadi kekurangan stok, ini akan jalan dan pengisian pasokan juga akan tersedia,” ucap dia.
Impor beras ini disinyalir sebagai solusi untuk mengatasi tingginya harga beras medium di pasaran. Harga beras medium belakangan ini diketahui meroket dari Rp 9.000 ribu /kg tembus ke Rp 13.000 ribu/kg. Bahkan di beberapa daerah beras medium ada yang dijual dengan harga Rp 14.000 ribu/kg.
