Bupati Ipuk Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Untuk Kebutuhan Puasa dan Lebaran

0
b67d2c7333407983c6f11eda6f76c295

Bupati Ipuk Fiestiandani memastikan stok berbagai bahan  pokok di Banyuwangi dalam kondisi aman selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Bahan pokok yang jumlahnya mencukupi tersebut terdiri dari bahan pangan, bahan bakar gas elpiji hingga bahan bakar minyak (BBM).

Kepastian stok dalam kondisi aman ini diperoleh Bupati Icuk, setelah melakukan pengecekan langsung stok kebutuhan pokok  di  lapangan, Senin (19/4/2021). Dalam pengecekan ini, Bupati Ipuk didampingi Kepala BI Perwakilan Jember, Hestu Wibowo dan perwakilan dari Bulog.

Lokasi yang menjadi tempat untuk pengecekan bahan pokok ini, yakni di Pasar Rogojampu. Di pasar ini Ipun memantau aktivitas jual beli dan juga bertanya kepada sejumlah pedagang, seperti pedagang kelontong, daging ayam, daging sapi hingga telur.

“Harga relatif stabil. Bahkan cabai yang sebulan lalu menyentuh harga Rp 120 ribu kini turun di angka Rp 40 ribu. Bawang merah tadi pedagang menjual Rp 25 ribu, bawang putih Rp 22 ribu. Stok juga aman kata pedagang, tidak kesulitan cari barang,” kata Ipuk.

Dalam tinjau stok bahan pokok tersebut, di pasaran diketahui harga jual ayam potong ras Rp 36 – 37 ribu per kilogram, ayam potong negeri Rp 85 ribu/kg, daging sapi Rp 120 ribu, dan telur Rp 24 ribu.

“Tadi juga saya bertemu dengan Manajer Terminal PT Pertamina TBBM tanjung Wangi. Stok BBM dan elpiji untuk warga terjamin aman. Dipastikan suplai akan masuk terus bahkan hingga pasca Lebaran,” kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga meninjau gudang Bulog di Ketapang. Wakil Kepala Bulog Moehari mengatakan bahwa saat ini stok beras yang ada di Gudang Bulog sebanyak 20.300 ton beras. Ini bisa mencukupi stok hingga satu tahun ke depan.

“Stok kami juga akan bertambah, karena akan memasuki musim panen padi, yang diperkirakan akan ada serapan beras sebanyak 5.400 ton. Jadi, stok aman karena ko

Dia juga menjelaskan bahwa Bulog juga sudah melakukan operasi pasar keliling wilayah Banywuangi. “Memang tidak di banyak titik. Karena dalam pantauan kami, stok aman sehingga harga beras di Banyuwangi sendiri masih aman,” kata Moehari. 

Sementara itu, Kepala BI Jember Hestu Wibowo menjelaskan bahwa pengecekan ketersediaan dan kesiapan beberapa komoditas bahan pokok ini bagian dari tugas TPID untuk menjaga inflasi di daerah.

“Dengan turun ke lapangan ini, kami memberi jaminan dan informasi pada masyarakat, bahwa persediaan bahan dan kebutuhan pokok di Banyuwangi sangat melimpah. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Hestu mengakui bahwa pandemi ini sangat berpengaruh pada ekonomi warga. Sejumlah pedagang mengaku terjadi penurunan permintaan barang.

“Ya tadi banyak pedagang mengaku demand-nya turun. Namun kami melihat tahun ini masih lebih baik dibanding tahun sebelumnya meski naik sedikit. Ada peningkatan konsumsi warga,” kata Hestu. 

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan menambahkan jumlah stok beras Banyuwangi memang berlimpah. Pada 2020 produksinya mencapai lebih dari 495 ribu ton, dengan tingkat konsumsi masyarakatnya hanya sebesar 165 ribu ton.

 “Ditambah stok hingga April 2018 sebesar 71.841 ton, stok beras kita sangat mencukupi,” kata Arief.

 Ketersediaan komoditas lainnya seperti telur ayam,  jumlahnya juga cukup. Produksi telur Banyuwangi per bulan sebanyak 1.157 ton, sedangkan konsumsinya 813 ton. Begitu juga ayam ras produksinya per bulan 736 ton dengan jumlah konsumsi masyarakat sebanyak 633 ton.

 “Data stok telur dan ayam tersebut belum termasuk yang dihasilkan oleh peternakan-peternakan kecil yang banyak tersebar di desa-desa. Jadi kami pastikan stok telur dan ayam selama ramadhan aman,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *