Bursa Efek Indonesia Babel Gelar Workshop Wartawan Babel

0
demo-4-november-damai-investor-asing-kembali-masuk-pasar-modal-ri

Edukasi mengenai pasar modal selalu menjadi hal yang senantiasa digalakkan oleh Bursa Efek Indonesia tak terkecuali di Bangka Belitung. Guna mengenalkan dan memberi pemahaman lebih dalam mengenai pasar modal dan investasi , Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Bangka Belitung menggelar acara Workshop Wartawan Bangka Belitung pada Selasa, (25/02) siang bertempat di Cafe Fortuner Trading, Kawsan Ruko City Hall Komplek Perkantoran Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang.

Acara ini diikuti oleh awak media baik media cetak, elektronik, maupun online yang ada di Kota Pangkalpinang. Tampak hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bangka Belitung (KPID Babel), M Adha AL Qodri didampingi Komisioner KPID Izhar Yulia Amri. Acara yang mengusung tema “ Up date Pasar Modal Babel & Program Kerja 2020” memiliki tujuan untuk memberi informasi terkini mengenai pasar modal sekaligus memberi edukasi terkini bagi awak media yang merupakan mitra BEI guna memasyarakatkan investasi saham pada masyarakat.

“Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Babel selalu mengadakan agenda pertemuan secara rutin setiap tahun guna memperat hubungan dengan rekan media khususnya di Kota Pangkalpinang.” ujar Yoseph Kaburuan selaku Kepala Bursa Efek Indonesia Babel.

Yoseph memaparkan update informasi pasar modal yang berlangsung di Babel teutama yang berjalan di tahun 2019 hingga awal tahun 2020.  Beragam peran telah dijalankan oleh BEI pada masyarakat untuk mendekatkan BEI antara lain adalah menyebarluaskan informasi bursa secara transparan, menyediakan sarana perdagangan efek dalam hal ini menjadi fasilitator, mengontrol segala hal yang dilarang dalam bursa seperti kolusi, pembentukan harga yang tidak wajar, insider trading dan lain-lain, lalu menciptakan instrumen dan jasa baru serta mengupayakan likuiditas.

Saat ini, kurang lebih 674 emiten telah melantai di Bursa Efek Indonesia dan akan terus bertambah seiring waktu, sehingga penting bagi masyarakat terutama generasi milenial untuk memahami investasi saham secara baik dan benar sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup dan mampu menjadi investor yang baik di Indonesia.

“Selama 10 tahun terakhir, bila diperhatikan data menyebutkan bahwa  ada 674 emiten yang listing selama tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Ada 396 saham yang naik dan 278 saham mengalami penurunan.” tambah Yoseph .

“Sementara bila dilihat dari sisi kepemilikan dan aktivitas perdaganagn, dimana untuk sektor kepemilikan hingga saat ini masih didominasi oleh pihak asing, sebaliknya untuk sisi aktivitas perdagangan masih didominasi oleh pihak domestik, Hal ini yang menjadi tantangan BEI untuk mendekatkan masyarakat pada investasi pasar modal hingga kedudukan antara kepemilikan dan aktivitas perdagangan saham dapat seimbang.” ujar Yoseph dalam paparannya.

Dewasa ini, BEI telah memiliki 7 galeri investasi di Babel yang dapat menjadi tempat strategis bagi generasi muda untuk belajar pasar modal dengan baik. Adapun 7 galeri investasi tersebut beberapa diantaranya bekerjasama dengan sejumlah Universitas dan perguruan tinggi seperti Universitas Bangka Belitung, STMIK Atma Luhur, STIE Pertiba, Akademi Manajemen Belitung, STIE IBEK, IAIN SAS Babel, dan IJOY Kopitiam.

Adapun kegiatan yang kerap dilakukan oleh BEI adalah sekolah pasar modal, forum calon investor, edukasi publik atau seminar pasar modal, Investor Gathering, Investment Festival/Infest dan masih banyak kegiatan lainnya. Acara Workshop Wartawan Babel juga diwarnai diskusi tanya jawab dan diakhiri dengan sesi foto bersama awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *