Cegah Virus Corona, Penerbangan Dari dan Ke Tiongkok Dihentikan Sementara

0
72683-wni-dari-wuhan-tiba-di-natuna

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan Tiongkok untuk tahun 2019 lalu mencapai 20,07 juta orang.  Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan kunjungan wisatawan Tiongkok  bakal berkurang tahun ini,  mengingat mewabahnya virus corona yang ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Apalagi Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menghentikan sementara penerbangan ke atau dari seluruh destinasi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) / Mainland China, tidak termasuk Hongkong dan Macau. Penghentian ini,  mulai diberlakukan pada Rabu (5/2/2020), tepat pukul 00.00 WIB.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai keputusan untuk menghentikan  sementara penerbangan ini, merupakan keputusan yang tepat agar masyarakat dapat terlindungi dari penyebaran virus mematikan itu.

“Penundaan sementara ini ditujukan untuk  melindungi masyarakat dari risiko tertular mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional,” tegas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keputusan penghentian ini, sudah disebarkan kepada maskapai, baik itu maskapai domestik maupun dari luar negeri. Dengan keputusan ini, maskapai yang memiliki rute perjalanan  ke atau dari Tiongkok untuk ditutup sementara.

Dengan keputusan ini, seluruh maskapai Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangan dari/ke seluruh destinasi di RRT sampai batas waktu yang  ditentukan kemudian. Demikian pula maskapai asing  yang melakukan penerbangan dari RRT menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari RRT, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.

Saat ini tercatat lima maskapai nasional yang mengoperasikan penerbangan ke RRT yaitu : Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air dan  Sriwijaya Air.

Pemerintah meminta maskapai nasional maupun asing untuk mempersiapkan diri dengan  tetap mengutamakan kepentingan konsumen dan menyampaikan rencana penundaan sedini mungkin sesuai prosedur yang berlaku agar kerugian penumpang dapat diminimalisir.

Sementara itu di tempat terpisah,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)   Wishnutama Kusubandio mengakui bakal terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Tiongkok.

Wishnuatama mengatakan, untuk memastikan Indonesia tidak kehilangan kunjungan wisman akibat Virus Corona, Kemenparekraf akan mengalihkan promosi dan pemasaran wisata Indonesia ke daerah-daerah yang tidak terdampak penyebaran virus corona.

“Untuk promosi, kami alihkan untuk pasar Wuhan. Masih banyak market besar lainnya yang bisa kita ambil seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa, New Zealand, dan lainnya. Tidak hanya China,” katanya saat mengikuti rapat koordinasi terkait virus corona bersama Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan, beberapa waktu lalu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *