Cegah Virus Covid-19, Presiden Minta Aktivitas di Rumah dan Social Distancing Dipatuhi

0
HIM_7167

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah terus berupaya mencegah penyebaran Virus Korona (Covid-19) agar tidak menimbulkan banyaknya jumlah pasien akibat virus tersebut. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah tak henti-hentinya untuk mensosialisasikan pentingnya social distancing atau menjaga jarak dan mengurangi kerumunan orang.

“Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak/social distancing, dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran Covid-19. Tiga hal ini penting terus kita ulang-ulang,” kata Presiden, saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) melalui Video Conference dengan topik Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Presiden berharap, sosialisasi ini dapat dijalankan oleh masyarakat agar dapat menekan angka pertumbuhan pasien positif Virus Korona. Masyarakat diminta untuk benar-benar menjalankan aktivitas di rumah, baik itu bekerja, belajar maupun beribadah.

“Tetapi juga kita harus tahu juga bahwa yang tidak bekerja di rumah tentu saja tetap bekerja di lapangan dan bekerja di kantor dengan tetap saling menjaga jarak,” imbuh Presiden.

Presiden tidak ingin, kebijakan untuk menjalankan aktivitas di rumah, justru dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang beresiko, seperti berlibur. Untuk berlibur atau ke tempat wisata untuk sementara dapat ditunda hingga kondisinya sudah kondusif atau Indonesia dinyatakan bebas dari Virus Korona.

“Saya lihat Sabtu-Minggu kemarin di pantai Carita, di puncak lebih ramai dari biasanya sehingga hal ini akan memunculkan sebuah keramaian yang berisiko memperluas penyebaran Covid-19,” jelas Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga minta diterapkan secara ketat menjaga jarak/social distancing di area-area publik termasuk di dalam transportasi publik, seperti di bandara, di pelabuhan, di stasiun kereta api, di stasiun bus untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, Presiden meminta juga Gugus Tugas untuk mengajak lembaga-lembaga keagamaan, tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama mencegah potensi penyebaran Covid-19 di kegiatan-kegiatan keagamaan. “Kita harus mengevaluasi penyelenggaraan acara keagamaan yang melibatkan banyak orang,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *