Chinese Bridge 2023 Adakan Lomba Pidato dan Bakat Tingkat Nasional
Chinese Bridge 2023 diikuti oleh siswa-siswa dari tingkat SD hingga universitas yang ada di seluruh provinsi Indonesia. Untuk Chinese Bridge 2023 tingkat universitas sekaligus Grand Final diadakan di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat pada Sabtu (17/6/2023).
Acara ini merupakan acara tahunan yang digelar sejak tahun 2002. Untuk tingkat universitas, diikuti sebanyak 27 mahasiswa dari 12 Provinsi di Indonesia, seperti Sumatra Utara, Jawa Timur, Papua, dan sebagainya.

Salah satu juri pada acara Chinese Bridge 2023, Mulawarni atau Wenmulan dalam nama Mandarin selaku perwakilan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) yang juga Widyaiswara bahasa Mandarn di Balai Guru Penggerak (BGP) Banten Kemdikbudristek, mengapresiasi acara ini sebagai bentuk pelatihan untuk para siswa dan mahasiswa yang belajar bahasa Mandarin.
“Kegiatan ini sangat bagus sekali untuk siswa-siswa dan/atau mahasiswa yang belajar bahasa Mandarin, jadi sebagai bentuk latihan atau ujian dari uji pembelajaran yang sudah didapat kemudian diuji sekarang dan akhirnya nanti mereka akan berlomba atau bersaing dengan teman-teman pembelajar bahasa Mandarin di Cinanya langsung,” kata Mula saat diwawancarai tim El John Media.

Mula menjelaskan bahwa acara ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama berpidato dan menjawab pertanyaan, lalu sesi kedua menampilkan bakat tentang budaya Cina, seperti bernyanyi, menari, wushu, hingga shufa atau kaligrafi.
“Penilaian untuk sesi pertama dinilai dari lafal, nada, isi pidato, dan penampilannya seperti apa. Untuk sesi kedua dilihat dari kebudayaan apa yang dibawa, jadi apa yang mau ditampilkan, apakah mewakili kebudayaan Cinanya sendiri, kemudian atribut yang dipakai,” ucap Mula.

Mula memberikan semangat kepada para pemenang yang nantinya akan berkompetisi dengan perwakilan dari negara-negara lain di tingkat internasional.
“Siapapun pemenangnya untuk kegiatan ini tingkat nasional, tetap semangat dan jangan lupa terus belajar dan asah kemampuan. Insya Allah bisa mewakili Indonesia di kancah internasional,” kata Mula.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin, Arifin Zain, bahwa acara ini sebagai latihan untuk para siswa dan mahasiswa agar hasil pembelajaran mereka atas bahasa Mandarin bisa mendapat manfaatnya dan juga mendalamkan ilmu budaya Tiongkok.
“Kami seleksinya melalui kompetisi di daerah dulu lalu ke tingkat provinsi. Nah, setelah itu unggulnya dikirim ke tingkat nasional. Nantinya pemenang juara pertama akan dikirim ke Tiongkok untuk ikut pertandingan tingkat internasional,” kata Arifin saat di wawancarai oleh tim El John Media.

Arifin berharap, para pemenang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Harapan kami mereka bisa lebih fokus untuk pembelajaran dan lebih maju lagi untuk nanti ikut kompetisi internasional dan bisa membawa nama baik untuk Indonesia,” ucap Arifin.
