Giant Sea Wall Dikebut, Pemerintah Libatkan Kampus dan Industri

0
4446IMG-20260421-WA0000 (1)

Presiden Prabowo Subianto pimpin rapat bahas pembangunan Giant Sea Wall (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall sebagai salah satu proyek strategis nasional untuk melindungi kawasan pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman abrasi dan banjir rob.

Pembahasan proyek tersebut dilakukan dalam rapat yang dipimpin oleh Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (20/4/2026), bersama sejumlah menteri terkait, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf.

Usai rapat, Didit mengungkapkan bahwa proyek tersebut masih berada dalam tahap perencanaan dan kajian mendalam, terutama terkait aspek teknis konstruksi serta pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

“Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya karena berkaitan dengan resources yang ada di Indonesia. Kita manfaatkan semua, termasuk aspek lingkungan, seperti pemanfaatan limbah (waste),” ujar Didit.

Ia menambahkan, pendekatan pembangunan akan mengedepankan efisiensi sekaligus keberlanjutan lingkungan, sehingga proyek tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga ramah lingkungan.

Sementara itu, Brian Yuliarto menegaskan pentingnya proyek giant sea wall dalam menjaga stabilitas kawasan industri dan permukiman di pesisir utara Jawa. Ia menyebut, proyek ini berpotensi melindungi sekitar 60 persen kawasan industri serta lebih dari 30 juta penduduk.

“Banyak hasil penelitian di kampus yang sudah diuji coba, seperti di Demak dan Semarang. Kami diminta berpartisipasi aktif agar pengembangan giant sea wall bisa lebih cepat dan efisien,” kata Brian.

Ia juga memastikan bahwa Kementerian Dikti Saintek akan segera mengundang para guru besar dan pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk terlibat dalam proyek tersebut, khususnya dalam kajian teknis dan inovasi pembangunan.

“Para akademisi nantinya tidak hanya memberikan kajian, tetapi juga akan terlibat langsung dalam tim pelaksana yang dipimpin oleh Kepala Otorita,” lanjutnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi fokus utama pemerintah dalam mempercepat realisasi proyek ini. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan tanggul laut raksasa yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat secara teknis dan berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan giant sea wall bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan langkah strategis jangka panjang untuk menjaga ketahanan wilayah pesisir dari dampak perubahan iklim dan kenaikan muka air laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *