Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Imbau Sekolah PPJ dan Pekerja WFH

0
ef8ac7e1-f673-4d66-bb82-e2d7dc69723e (1)

Ilustrasi orang bekerja dari rumah karena cuaca ekstrem (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Cuaca ekstrem yang masih  berpotensi memicu banjir kembali mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil kebijakan khusus. Demi menjaga keselamatan warga, sekolah dan perusahaan diimbau mengalihkan aktivitas belajar  atau pembelajaran jarak jauh (PPJ) dan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kebijakan ini dituangkan dalam surat edaran resmi Dinas Pendidikan serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta.

Dalam surat edaran  tersebut, PPJ dan WFH diberlakukan hingga 28 Januari 2026. Untuk sektor ketenagakerjaan, perusahaan diminta bersikap fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan akses perjalanan pekerja. Apabila situasi dinilai tidak memungkinkan untuk bekerja secara langsung di kantor, perusahaan diperbolehkan menerapkan WFH.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada keselamatan dan aktivitas masyarakat.

“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (cuaca ekstrem) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita”

Pramono juga menjelaskan bahwa banjir sempat terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Namun, kejadian tersebut berlangsung saat akhir pekan sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat karena bertepatan dengan masa libur.

“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang, sehingga tidak memerlukan work from home,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan pihaknya telah menyiapkan standar operasional prosedur khusus dalam menghadapi potensi genangan dan banjir. Dishub akan melakukan rekayasa lalu lintas di ruas jalan terdampak setelah petugas melakukan pengecekan ketinggian air.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta mencegah kendaraan terjebak di tengah genangan. Pemprov DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Untuk bisa melakukan rekayasa lalu lintas, mereka harus mengecek ketinggian air, sehingga kendaraan yang akan melintas itu bisa diatur untuk tidak terjebak di tengah-tengah banjir,” kata Syafrin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *