Dalam Waktu 24 Jam, Alibaba Raih Penjualan Rp451 Triliun Saat Perayaan Hari Belanja
Alibaba Group Holding Ltd memang pantas disebut sebagai Raksasa e-commerce Tiongkok. Perusahaan yang didirikan Jack Ma ini, menjadi kiblat pembelian barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Hal itu dibuktikan Alibaba dengan menetak transaksi sebesar 213,5 miliar yuan atau 30,70 miliar dolar AS. Jika dirupiahkan transaksi ini mencapai Rp451 triliun. Nilai transaksi yang fantastis itu, diraih Alibaba dalam waktu 24 jam saat perayaan Hari Belanja Tahunan atau yang dikenal dengan “Single Day” atau hari lajang, Minggu, 11 November 2018.
Seperti diberitakan CNN, Produk-produk yang dijual Alibaba banyak diburu masyarakat Tiongkok dan dunia. Baru satu jam dibuka, transaksi yang dicetak Alibaba, sudah mencapai 69 miliar yuan (9,92 miliar dollar AS atau Rp145,7 triliun).
Ada layar besar yang dipasang Alibaba di Shanghai, China. Layar itu, menunjuk angka penjualan Alibaba secara real time. Di laya ini, layar ini menunjukkan penjualan Alibaba yang terus meningkat hingga mencapai Rp451 triliun selama 24 jam. Produk-produk yang laku keras diantaranya iPhone, furnitur, dan susu bubuk. Pembelian produk-produk tersebut dilakukan sebelum fajar.
“Singles Day” atau juga disebut “Double 11” merupakan acara penjualan belanja online terbesar bahkan melampaui gabungan penjualan online terbesar di AS yakni Black Friday dan Cyber Monday. Awalnya acara ini untuk menyambut liburan siswa untuk menyambut singles day pengganti hari Valentine, akan tetapi berkembang menjadi festival belanja online satu bulan penuh dengan puncak penjualan pada tanggal 11 November (atau disebut 11.11).
Ajang belanja terbesar di dunia ini memecahkan rekor Alibaba sendiri tahun lalu, dihitung dari Gross Merchandise Value (GMV) yang menunjukan penjualan dari berbagai macam platform Alibaba.
Nilai GMV dalam ajang Singles Day Alibaba tahun ini lebih tinggi 27 persen dibandingkan event serupa tahun lalu yang meraup GMV 25,3 miliar dollar AS. Dari mata uang yuan China, GMV festival Hari Jomblo Alibaba mencapai 213,5 miliar yuan melampaui pendapatan tahun lalu sebesar 168,2 miliar yuan. Hitungan dalam yuan lebih dulu memecahkan rekor dibanding hitungan GMV dalam dollar.
Misalnya dengan memungkinkan pengguna untuk pergi belanja ke gerai grosir offline dan membayarnya dengan transaksi digital di ponsel mereka. “Ketika berbicara soal new retail, kami sangat yakin bahwa dunia komersil online dan offline bukanlah dunia yang terpisah,” jelas Daniel Zhang, CEO Alibaba.
Zhang tak lain merupakan tokoh yang mencetuskan ide untuk mengadakan festival belanja Hari Jomblo. Dia mengatakan bahwa semua orang kini menggunakan internet sehingga sangat mendukung perkembangan e-commerce.
“Anda memiliki sumber pelanggan yang sama. Jadi Anda harus memiliki dunia komersil yang sama. Ini semua tentang bagaimana berinovasi secara online dan offline untuk mendigitalisasi semua dunia komersil,” imbuh Zhang.