LONDON

Promosi yang dilakukan Kementrian Pariwisata dengan memasang program kampanye “Wonderful Indonesia” di 405 taksi dan bus di London, Inggris mulai menunjukkan dampak positif.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma, ada peningkatan dari jumlah arus masuk wisatawan Inggris ke Indonesia pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya.

Tingkat keberhasilan bentuk promosi seperti itu memang tidak bisa diukur secara langsung. Hanya saja, menurut Rizal, Trip Advisor pernah menunjukkan data bahwa tingkat kecenderungan untuk memesan tiket ke Indonesia naik ketika promosi visual dilakukan.

“Hingga Agustus 2016, wisatawan Inggris yang datang ke Indonesia sudah mencapai sekitar 300.000,” ujar Rizal.

Tahun 2015 lalu, jumlah wisatawan Inggris ke Indonesia sebesar 280.198 orang atau naik 14,56 persen dari tahun sebelumnya. Melihat kalender 2016 yang masih tersisa, jumlah turis Inggris yang datang ke Indonesia pasti akan meningkat dibandingkan tahun lalu. Apalagi, pada penghujung tahun ini di Inggris akan mengalami musim dingin.

Hal ini diungkapkan oleh Jubi Prasetyo, General Manager Garuda Indonesia untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia. Oleh karena itu, Garuda juga secara terpisah melakukan promosi di beberapa bus tingkat di London.

“Selain bus dan taksi (yang disebutkan) tadi, Garuda juga bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata membuat program penempelan stiker di double deck bus sebanyai 50 di rute-rute utama di London,” tukas Jubi.

Salah satu faktor yang membuat adanya peningkatan itu adalah perubahan jadwal penerbangan Garuda Indonesia. Sejak awal tahun ini, maskapai BUMN ini pindah terminal dari Gatwich ke Heathrow.

Adanya perubahan langsung itu diharapkan juga meningkatkan potensi wisatawan asal Indonesia untuk datang ke Inggris.

“Sekarang ini, rata-rata orang Indonesia ke Inggris per tahun mencapai 30.000-an dan itu trennya menunjukkan peningkatan,” ucap Rizal.

“Sebenarnya, liburan ke Inggris bisa menjadi tidak mahal jika bisa mengakali. Sebab, ada beberapa situs penyedia tempat tinggal murah dan bisa menyiasati dengan mencari restoran-restoran yang tidak mahal,” ungkap Jubi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *