DestinationHeadline NewsTourismTransportation

DAMRI Dukung Pengembangan Industri Pariwisata di Mandalika

DAMRI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan turut mendukung pengembangan industri pariwisata nasional melalui Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN). Hingga tahun 2021, DAMRI telah melayani lebih dari 40 trayek KSPN yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk KSPN Mandalika yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam siaran persnya, Selasa (14/9/2021), Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan DAMRI Sidik Pramono mengatakan bahwa dukungan DAMRI terhadap industri pariwisata merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk memperkuat jaringan transportasi darat melalui pengembangan KSPN di Indonesia.

DAMRI berharap upaya tersebut juga mampu meningkatkan aksesibilitas, pertumbuhan, dan pemerataan ekonomi lokal berbasis kerakyatan di KSPN Mandalika, dengan rute sebagai berikut:

Bandara Internasional Lombok – Bangsal

Tarif Rp20.000 dengan jam keberangkatan dari Bandara jam 10.00, 12.00, 14.00, 15.00. Sedangkan dari Bangsal jam 07.00, 08.00, 09.00, 10.00

Pelabuhan Lembar – Sirkuit Mandalika

Tarif Rp25.000 dengan jam keberangkatan dari Pelabuhan Lembar jam 08.00 dan 09.00. sedangkan dari Sirkuit Mandalika jam 13.00 dan 14.00

Pelabuhan Bangsal – Geopark Rinjani

Tarif Rp20.000 dengan jam keberangkatan dari Pelabuhan Bangsal maupun Geopark Rinjani yaitu jam 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, dan 16.00.

Terminal Lombok Kahyangan – Mandalika

Tarif Rp15.000 dengan jam keberangkatan Terminal Kahyangan jam 07.00, 08.00, 13.00, dan 14.00. Sedangkan dari Mandalika jam 10.00, 11.00, 16.00, dan 17.00

“Wisata Mandalika yang digemari masyarakat ini menyuguhkan keindahan alam yang natural, mulai dari sisi pulau, pantai, dan keindahan laut yang beragam. Pelanggan yang hendak menikmati keindahan tersebut dapat memesan tiket melalui aplikasi DAMRI Apps atau datang langsung ke loket keberangkatan.” ujar Sidik

Dari awal pandemi hingga saat ini, seluruh operasional DAMRI telah dijalankan dengan protokol kesehatan yang sesuai dengan prinsip D5K, yaitu Keselamatan, Kesehatan, Keamanan, Ketepatan, dan Kenyamanan pelanggan dan pramudi. Selain itu, DAMRI juga memberlakukan pembatasan kapasitas maksimal pelanggan yaitu 10 orang atau 75% dari kapasitas bus HiAce untuk penerapan jaga jarak yang aman.

DAMRI mengimbau kepada para pelanggan untuk dapat mengikuti protokol kesehatan secara ketat, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. “Seluruh petugas DAMRI secara tegas akan memantau perkembangan perjalanan di titik keberangkatan dan tujuan.” tambah Sidik.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close