Danau Kaco, mutiara yang tersembunyi dari Jambi
Danau Kaco berada di ketinggian 1289 m dpl dan tidak begitu besar seperti banyak danau raksasa di negeri ini. Danau Kaco hanya memiliki luas sekira 30 x 30 meter namun yang menjadikannya sangat unik adalah warnanya yang biru sangat kontras dengan warna disekitar danau. Selain itu danau ini memiliki kedalaman yang belum diketahui pasti. Meskipun kedalaman airnya masih misteri, danau ini sangat bening dan Anda masih bisa melihat ribuan ikan semah yang ada di dalamnya. Danau Kaco juga memiliki keajaiban yaitu mengeluarkan cahaya yang terang saat gelap gulita, terutama bila Bulan Purnama muncul.
Banyak pengunjung memilih berkemah di sini saat Bulan Purnama dimana penerangan di malam hari jadi tidak perlukan lagi. Banyak peneliti berusaha menelaah secara ilmiah fenomena Danau Kaco. Akan tetapi, baik kedalaman danau hingga unsur warna biru yang menyelimutinya itu kini masih menjadi misteri. Tabung oksigen habis ketika penyelam belum sempat menyentuh dasar danau. Danau ini terletak di Desa Sempur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dan berada di bawah naungan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Siapapun bisa meraih lokasinya dan menyentuh airnya.
Anda akan memulai perjalanan dari Kota Jambi yang membutuhkan waktu 8-10 jam menuju Kota Sungai Penuh. Banyak jasa travel yang membuka rute ke sana. Setelah itu, perjalanan masih dilanjutkan ke Desa Lempur, pintu masuk Danau Kaco yang terletak sekira 90 menit dari Kota Sungai Penuh. Untuk menyentuh Desa Lempur, ada minibus yang beroperasi sampai pukul 15.00 namun karena menjelajah Danau Kaco bisa menghabiskan waktu seharian, pengunjung disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau hubungi Komunitas Jelajah Kerinci di akun Twitter @JelajahKerinci untuk mengorganisir kebutuhan transportasi dan pemandu.
Jalur ke danau ini memiliki dua pos untuk beristirahat, kumpulkan tenaga untuk melewati medan yang semakin berat ketika danau semakin dekat. Bersiaplah melintasi sungai dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Di akhir perjalanan, rintangan berupa jurang setinggi 3 meter juga akan melengkapi. Disarankan untuk menggunakan celana pendek sehingga jika pacet menggigit kaki akan mudah terlihat dan diantisipasi. Gunakan sepatu atau sendal gunung yang nyaman mengingat medan yang dilewati tidak mudah. Jangan lupa membawa jas hujan karena cuaca sulit untuk diprediksi, hujan bisa mendadak turun padahal sebelumnya Matahari menyengat.
Sungguh sebuah perjuangan yang melelahkan bagi adna yang inign melihat betapa cantiknya Danau tersebut. Lelah dan luka-luka di kaki akan terabaikan, saat birunya air danau berada di depan mata. Saking jernihnya, Ikan Semah—ikan endemik Kerinci, terlihat jelas berenang-renang di permukaan danau. Airnya bening sekali layaknya kaca, tidak heran jika penduduk setempat menamainya Danau Kaco, atau Danau Kaca dalam Bahasa Indonesia. Selama perjalanan menyusuri hutan untuk menyaksikan danau indah ini maka suara serangga dan burung akan menemani, kupu-kupu melintas, hutan bambu juga turut dilewati. Bila melihat buah merah yang tampak seperti bunga, petik dan makanlah selagi segar. Itu adalah buah keruduk yang memiliki rasa mirip jambu air.
Danau Kaco dikelilingi lahan yang bisa digunakan untuk berkemah. Waktu paling tepat untuk bermalam adalah ketika bulan purnama, saat itu, Danau Kaco memendarkan cahaya yang sangat cantik. Jika tak memiliki waktu banyak, Anda bisa sekadar menikmati keindahannya dan bersantap makan siang di sana. Makanan bisa disiapkan terlebih dahulu sebelum menjelajah hutan. Di sepanjang perjalanan menuju Desa Lempur, banyak warung nasi yang bisa dijadikan pilihan. (arf)

