DestinationTourism

Danau Limboto, Danau Cantik, Muara Lima Sungai Besar

SONY DSC

Danau Limboto seluas 3.000 hektar jelas memiliki peran penting bagi wilayah sekitarnya sebagai daerah resapan air bagi daerah di sekitarnya. Letak administratif danau ini berada di Kecamatan Limboto, Gorontalo. Selain memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, danau ini adalah salah satu tempat yang menarik sebagai tujuan wisata. Pagi hari ataupun menjelang senja merupakan waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Limboto. Saat Matahari terbit atau tenggelam, pemandangan danau kian semarak oleh kilau cahaya Matahari yang jatuh di permukaan air danau dan warna langit yang berubah warna.

Danau Limboto sangat mudah diakses. Letaknya tak jauh dari Bandara Jalaluddin, yaitu sekira 17 km atau 15 menit berkendara. Untuk mencapai lokasi, Anda tinggal naik taksi atau mobil sewaan dari bandara. Apabila Anda ingin berkeliling danau dengan menumpang perahu, terdapat sejumlah jasa perahu sewaan yang dapat dimanfaatkan. Harga atau tarif biasanya sesuai kesepakatan dengan penyewa perahu. Danau Limboto adalah kawasan wisata yang dapat dinikmati dan dikunjungi pesona kecantikannyasecara gratis. Tidak ada biaya masuk kawasan danau yang luas ini.

Memancing, berkeliling danau dengan berperahu, atau menikmati pemandangan bunga teratai dan eceng gondok mekar adalah beberapa daya tarik yang dapat Anda lakukan di danau ini. Kekayaan danau berupa ikan air tawar pun dapat dimanfaatkan untuk memancing. Danau Limboto juga merupakan muara dari lima sungai besar, yaitu: Sungai Bone Sungai Bolango, Sungai Daenaa, Sungai Alo, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu. Air Danau Limboto dialirkan melalui Sungai Topadu yang bermuara di Teluk Tomini dengan jarak sekitar 10 km.

Pada era 1950-an, danau yang memiliki kedalaman hingga 27 m ini pernah menjadi landasan mendarat bagi pesawat amphibi yang ditumpangi Presiden Soekarno. Bung Karno saat itu tengah melakukan kunjungan ke Gorontalo. Sayangnya, kian tahun danau ini semakin dangkal saja. Diperkirakan saat ini kedalaman danau hanya sekira 3-7 m saja. Pendangkalan Danau Limboto diakibatkan oleh erosi dan sedimentasi yang diakibatkan kegiatan pertanian yang tidak mengindahkan konservasi tanah dan pembukaan hutan. Hal ini hendaknya menjadi perhatian bagi pihak terkait mengingat peran penting danau tersebut. Bagaimana pun juga menjaga danau ini menjadi tanggung jawab bersama. Apabila dibiarkan maka diprediksikan 15 tahun lagi danau ini akan lenyap atau rata dengan permukaan darat. Padahal, Danau Limboto sangat vital perannya sebagai tangkapan air hujan untuk mencegah banjir di Gorontalo.

Untuk berkeliling atau mengelilingi Danau Limboto, terdapat jasa penyewaan perahu yang dapat dengan mudah ditemui di kampung-kampung di tepi danau. Di Kampung Kayudurian misalnya, kampung ini merupakan salah satu kampung yang berada di tepian Danau Limboto dimana para penyewa perahu akan siap dan mudah ditemui untuk mengantar mengarungi danau. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dan melihat sisi danau dari sudut lain. Terdapat beberapa rute berperahu yang ditawarkan, mulai dari berperahu ke daerah penjual ikan segar, sekedar berkeliling danau di sekitar Kampung Kayudurian, atau bahkan berperahu menyeberangi Danau Limboto. Pilihan rute akan menentukan tarif sewa perahu; harga biasanya bergantung kesepakatan wisatawan dengan penyewa atau pendayung perahu.

Di Danau Limboto yang luas terdapat banyak kegiatan rekreasi yang dapat Anda lakukan. Mulai dari duduk-duduk santai di tepian danau sambil menikmati pemandangan atau sekedar memancing atau mengarungi danau dengan perahu sewaan. Mengunjungi danau pada pagi atau senja hari disebut-sebut sebagai waktu terbaik. Pada saat-saat tersebut, sinar Matahari pagi akan memberi nuansa tersendiri bagi pemandangan di sekitar atau di permukaan danau. Menghabiskan sisa hari sambil duduk dan bercengkerama bersama orang-orang terdekat tentu menyenangkan.

Bonus lainnya saat mengunjungi danau saat sore hari adalah kehadiran burung-burung liar yang beterbangan bebas di sekitar danau. Jangan lupa untuk mengabadikan pesona keindahannya dengan kamera Anda. Apabila beruntung berkesempatan datang ke Danau Limboto pada saat musim berbunga maka pemandangan yang terhampar di depan mata jauh lebih menarik lagi. Eceng gondok dan gelagah yang tumbuh di permukaan danau memiliki bunga yang menarik dan menebarkan aroma bunga yang wangi khas. Selain eceng gondok dan gelagah, bunga teratai tak mau ketinggalan menambah keindahan Danau Limboto.

Banyaknya pedagang-pedagang di sekitar danau menambah ramai suasana dan dapat menjadi alternatif wisata kuliner khas Gorontalo sambil menikmati senja dan menyambut lampu-lampu menerangi gelap malam. Sajian khas berupa ikan bakar air tawar seperti nila, mujair, dangabus yang disajikan bersama sambal dabu-dabu bisa menjadi pilihan. Ikan-ikan tersebut dijamin segar sebab hasil tangkapan sendiri. Anda bahkan dapat menangkap sendiri ikan air tawar di Danau Limboto dengan cara memancing.

Apabila tak cukup puas memancing di tepian danau, dapat pula mencoba keberuntungan dan mengasah keahlian memancing dengan menumpang perahu ke tengah danau. Jangan lupa untuk membawa alat pancing Anda dan bersiap-siaplah menikmati potensi dan keindahan danau yang sayangnya kian tahun kian dangkal ini. Setelah lelah memancing dan ingin menikmati hasil tangkapan, Anda dapat membawanya ke warung-warung makan terdekat yang bersedia mengolah hasil memancing Anda. Sajian makanan hangat yang disantap bersama orang-orang terdekat berlatarkan pemandangan danau yang memikat tentu kian nikmat. (arf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button