Dengan Sertifikat, Jebolan SMK Pariwisata Bisa Bekerja di ASEAN
Selain ijazah,alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata se-Indonesia kini sudah dilengkapi dengan sertifikat yang diakui oleh negara-negara ASEAN. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Bakhrun mengatakan dengan sertifikat itu jebolan SMK pariwisata dapat mudah bekerja di Asia Tenggara.
“Kalo sekarang ini untuk pariwisata sertifikasinya, kita sudah ditingkat asean karena anak-anak kita ujian kompetensi yang bersama-sama difasilitasi kementerian pariwisata itu sudah tingkat Asean jadi sertifikat yang dimiliki oleh anak-anak lulusan pariwisata ini tingkat asean sudah bisa digunakan,” kata Bakrun dalam jumpa pers di Kemendikbud, Kamis, 1 Februari 2018.
Bakrun menjelaskan kehadiran sertifikat ini juga tak lepas dari peran Kementerian Pariwisatwa. “Jadi kementerian pariwisata memberikan bantuan untuk sertifikasi melalui LSPP3 nah yang sudah mendapatkan sertifikat itu sertifikatnya untuk bekerja di tingkat ASEAN,” ujar Bakrun.
Sementara itu, Director SEAMEO (the Southeast Asian Minister of Education Organization) Secretariat Gatot Hari Priowirjanto mengungkapkan kini Indonesia dan Thailand sedang menjalin kerjasama sama diitngkat pariwisata menjadi salah satu bidang yang dikerjasamakan oleh SMK pariwisata di Indonesia dengan thailand.
“Kita dengan Thailand sudah dalam dua tahun terakhir ini menyepakati mencoba lebih dalam lagi dibidang pariwisata, mekatronik dan pertanian. Jadi pada level ke tiga dan ke empat itu isinya apa saja itu
Saat ini kemendikbud telah berhasil merevitalisasi 47 SMK Pariwisata dengan jurusan yakni perhotelan, jasa boga/tata kecantikan rambut dan kulit, perhotelan dan jasa, pariwisata, kuliner, tata busana dan usaha perjalanan wisata.
