Deregulasi dan Pengembangan Teknologi Digital Jadi Strategi Pariwisata 2019

0
_DSC0529

Menteri Pariwisata (Menpar ) Arief Yahya menyebut ada dua strategi yang bakal digunakan Menpar pada tahun 2019 untuk mendongkrak pertumbuhan pariwisata. Dua strategi itu yakni melakukan deregulasi dan mengembangkan teknologi digital.

“Kalau perusahaan yang kamu pimpin performancy-nya sangat buruk maka hampir dipastikan penyebabnya regulasi. Saya berani mengatakan pasti regulacy. Kata yang tepat adalah pasti hal-hal yang strategis kebetulan strategis itu adalah regulasi dan teknologi, itulah yang menurut saya yang akan mengubah dunia,” kata Menpar dalam paparannya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Indonesia Tourism Outlook 2019 yang diselenggarakan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Jakarta, Selasa, 27 November 2018.

Menurut Menpar,  teknologi digital sangat dibutuhkan dalam menunjang aktivitas  masyarakat. Misalnya dalam berwisata, banyak  masyarakat yang menggunakan teknologi digital untuk mencari akomodasi yang terbaik

Gel nails first appeared in the U.S. in the early 1980s, Nail gel
but were met with limited success. At the time, Nail care
the manufacturers of gel lights and the gel itself had not joined forces, magnetic gel nail polish
not yet recognizing the need to precisely match the intensity of the light to the photoinitiators in the gel.Best gel nail polish
Nail techs and clients soon found out that ­using the wrong light or applying too much gel caused a burning sensation on the client’s fingertips.Buy gel nail polish
Additionally, education on gel application was limited, leaving nail techs in the dark about the product, and home-use ­systems were introduced around the same time, damaging the reputation of salon-use systems by ­association.luxury nail gel
By the end of the ‘80s, many companies had pulled their gel products from the market.
Nail gel

.”Saya ingin mengatakan bahwa betapa besarnya pengaruh dari teknologi itu. 70 persen orang  mulai search mencari sampai  dengan beli dan sampai share itu, mereka menggunakan teknologi digital. Oleh karenanya cara berikutnya hampir semuanya dari teknologi digital,” ujar Menpar.

Sementara itu, terkait deregulasi, Menpar   berharap tahun depan ada penghapusan regulasi yang selama ini masih menghambat laju investasi. Dengan deregulasi, kecepatan dalam menarik investor dapat dilakukan.

“Saya masukan tantangan terbesar bagi negara berkembang termasuk Indonesia, tantangan terbesar adalah kecepatan. Oleh karenanya kita melakukan deregulasi agar membuat segala sesuatu utamanya bisnis itu lebih cepat,” ungkap Menpar.

Selain melakukan deregulasi dan mengembangkan teknologi digital, ada strategi lain yang digunakan Kemenpar  yakni menguatkan pemasaran, menjaring lebih banyak lagi  wisatawan milenial, menambah co-branding, melakukan tourism hub dan mengoptimalkan calendar of event.

Untuk calendar of event, ada yang terbaru yang bakal dibuat Kemenpar. “Saya sudah tiga kali megadakan FGD (Focus Group Discussion), kemungkinan saya akan membuat Calendar of Event khusus milenial, sehingga betul-betul akan memenuhi kebutuhan milenial,” tambah Menpar.

Acara Indonesia Tourism Outlook 2019 diisi  seminar dengan tema “2018 Tourism Review and 2019 Tourism Trends”  yang  menampil tiga pembicara yakni  Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani,  Yu Yen-Te dari Baidu, Gary Cheng  dari TripAdvisor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *