Desa Widodomartani Dicanangkan sebagai Desa Mandiri Gemar Membaca

0
Desa Widodomartani Dicanangkan sebagai Desa Mandiri Gemar Membaca

Pencanangan Desa Widodomartani sebagai Desa Mandiri Gemar Membaca dilakukan oleh Bupati Sleman di Balai Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman pada Selasa (31/7). Pencanangan Desa Mandiri Gemar membaca sengaja diberikan kepada perpustakaan desa yang memang sudah maju dan memiliki potensi untuk menjadi pelopor desa mandiri gemar membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, AA Ayu Laksmidewi menjelaskan pencanangan desa mandiri gemar membaca tidak dilakukan secara serta merta, namun ada kriteria pokok yang harus dimiliki oleh desa tersebut. Kriteria tersebut antara lain memiliki perpustakaan desa yang maju, manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat, serta adanya pembinaan kepada masyarakat.

“Kami tidak serta merta menetapkan, selama beberapa waktu kami melihat terlebih dahulu ke lapangan. Dulu desa Widodomartani sempat menjadi juara pertama nasional perpustakaan desa terbaik se-Indonesia di tahun 2016,” katanya.

Ayu menjelaskan, dari 19 dusun yang ada di desa Widodomartani, setidaknya terdapat 15 dusun yang sudah memiliki perpustakaan. Hal tersebutlah yang membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga terus memberikan pendampingan kepada desa Widodomartani.

“Mereka ini terbukti ingin mengembangkan perpustakaan desa. Meskipun di tahun 2016 sudah mendapatkan juara, mereka bukan malah berkurang semangatnya, malah bertambah. Oleh sebab itu, kami memberikan apresiasi kepada desa Widodomartani,” katanya.

Selain desa Widodomartani, Ayu menjelaskan dari 86 desa yang ada di Kabupaten Sleman, setidaknya terdapat 15 desa lagi yang saat ini masih dalam tahap desa rintisan gemar membaca.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengungkapkan, dengan dicanangkannya desa Widodomartani sebagai desa gemar membaca, diharapkan bisa menjadi pionir di Kabupaten Sleman. Bupati menjelaskan, sudah seharusnya tradisi membaca ditingkatkan di masyarakat. Dengan masyarakat gemar membaca, hal tersebut dapat meningkatkan pengetahuan.

“Saya harap warga masyarakat dari kecil sampai besar bisa terus membaca dan membaca. Dengan membaca kita akan bisa lebih mantap. Karena kita tahu buku merupakan jendela dunia. Untuk tahun 2017, di desa Sukoharjo juga menjadi juara 2 perpustakaan terbaik nasional. Harus terus kita tingkatkan di Kabupaten Sleman, agar ada lagi desa-desa gemar membaca lainnya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *