Desain Sayembara untuk Homestay Digelar!

0
echo-homestay

Homestay banyak menjadi pilihan wisatwan untuk berisitirahat atau menjadi tempat tinggal sementara saat beriwisata ke suatu tempat. Homestay atau rumah wisata biasanya juga menawarkan harga yang lebih ekonomis untuk wisatwan yang  datang. Seriring dengan target pemerintah dalam mesukseskan program 10 Top destinasi wisata Indonesia. Kementerian Pariwisata kali ini menggelar lomba bertajuk Sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk rumah wisata atau homestay.

Hal tersebut disampaikan oleh  Ketua Pokja Tim Percepatan 10 Top Destinasi Kementerian Pariwisata, Hiramsyah Sambudhy Thaib. Hirmansyah mengatakan bahwa pendaftaraan dari lomba ini dibuka sejak 4 Agustus sampai dengan 20 September 2016.

“Masih cukup waktu untuk memikirkan desain arsitektur itu, silakan bergabung di sayembara ini, hadiah total Rp 1 miliar,” ujarnya.

Kemenpar juga memang memiliki rencana untuk membangun ribuan homestay yang berada di 10 destinasi prioritas Indonesia. Selain berfokus mengembangkan fasilitas berupa akses jalan, atraksi yang menarik dan termasuk juga akomodasi seperti Homestay untuk menginap.

Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara bertujuan untuk memberikan kesempatan arsitek di seluruh Indonesia memajukan arsitektur Nusantara sekaligus pariwisata Indonesia. Tema arsitekturnya bisa dipilih dari rumah tradisional yang ada di 10 destinasi prioritas yang meliputi  Tanjung Kelayang Belitung, Danau Toba, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, kawasan Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika Lombok, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.

Selain itu juga, peserta bisa memilih 2 gaya arsitektur, 1 wajib dan 1 lagi piihan, dari 10 gaya rumah tradisional yang bisa dipilih.

Adapun untuk detil lanjutannya, dalam denah sudah memiliki kamar pemilik bangunan, kamar yang disewakan, kamar mandi hingga dapur yang dapat digunakan bersama. Desain bangunan, berupa rumah tunggal, berlantai satu atau dua. Tipe bangunan dapat berjenis landed house atau rumah panggung.

Sedangkan untuk kriteria luas bangunannya sendiri adalah 36 m2 dengan potensi pengembangan menjadi 54 m2. Soal biaya, yang menjadi estimasi biaya pembangunan Rumah Wisata Nusantara sebesar Rp 125 juta, selain itu diupayakan juga untuk menggunakan material lokal setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *