Destinasi Pariwisata Prioritas Borobudur Dijual di Makassar
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar misi penjualan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Borobudur di Makassar, Sulawesi Selatan.
Misi tersebut dilakukan dengan memfasilitasi 10 industri pariwisata (travel agent, tour operator, hotel, resort, homestay, dan desa wisata) dari Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai sellers untuk bertemu bisnis dalam table top dengan 50 industri pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan sebagai buyers.
Misi tersebut sebagai upaya untuk mencapai target 4,3 juta wisatawan nusantara dan akan meningkat menjadi 5 juta wisnus pada 2019.
“Kegiatan misi penjualan ini sebagai upaya mendorong peningkatan kunjungan wisnus melalui penjualan paket-paket wisata ke Borobudur yang tahun ini mentargetkan 4,3 juta wisnus dan akan meningkat menjadi 5 juta wisnus pada tahun depan,” kata Sumarni, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar.
Sumarni menjelaskan, dipilihnya Makassar sebagai tempat untuk memasarkan paket wisata Borobudur dengan mempertimbangkan kemudahan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) utamanya konektivitas penerbangan langsung dari Makassarke Semarang, Jawa Tengah maupun ke Yogyakarta.
Penerbangan dari Makassar ke Semarang tercatat sebanyak 10 penerbangan per hari dengan maskapai Garuda, Lion, Batik dan Sriwijaya, sedangkan ke Yogyakarta 17 kali penerbangan dengan Garuda, Citilink, Lion, Batik dan Sriwijaya.
“Kegiatan misi penjualan ini sebagai bagian dari strategi memasaran 10 DPP dengan pendekatan DOT (Destination, Origination, dan Time),” kata Sumarni seraya mengatakan, 10 DPP tersebut yakni; Danau Toba; Tanjung Kelayang; Kepulauan Seribu; Tanjung Lesung; Borobudur, Bromo Tengger Semeru; Morotai; Wakatobi; Labuan Bajo; dan Mandalika.