Akhirnya jeruk Pamelo berhasil dilombakan. Kegiatan tersebut, bukan dilakukan pihak pemkab, namun oleh kelompok tani Sumber Rejeki kecamatan Gembong, Sabtu (27/4).
“Untuk kreteria penjurian, diantaranya ada biji atau tidak, kelenturan daging, dan kadar manisnya,” kata ketua lomba, Sutrisno.
“Warga Gembong sangat ingin mengenalkan jeruk pamelo sebagai produk unggulan Pati,” tambahnya.
Menurut bupati Pati H Haryanto SH MM MSI kontes jeruk pamelo, baru dilombakan kali pertama. “101 peserta menyiapkan jeruk pamelo untuk diuji kelezatan rasa dan besarnya buah” ujarnya di Bageng. “Kontes jeruk pamelo untuk mempetegas tanaman asli Pati. Karena muncul anggapan jeruk pamelo berasal dari luar daerah,” kata bupati Haryanto dengan nada kesal.
“Banyak orang beranggapan jeruk pamelo berasal dari Kudus. Itu jelas klaim yang salah. Karena pemkab Pati memiliki sertifikat, yang menunjukkan bahwa jeruk pamelo adalah varietas unggulan asli Pati” imbuh bupati Haryanto.
Kades Bageng, Rusmanto mengatakan, perekonomian warganya meningkat sejak desanya menjadi sentra jeruk pamelo. “Kami berusaha menjadikan Bageng sebagai kawasan agro wisata,” ujarnya