DestinationHeadline NewsTourism

Dikunjungi Banyak Wisatawan, Festival Tanjung Kelayang Dapat Dijadikan Trigger Pengembangan KEK

Festival Tanjung Kelayang pantas dijadikan trigger untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, Belitung. Pasalnya festival yang rutin digelar setiap tahun itu,mampu mendatangkan wisatawan dengan jumlah yang sangat signifikan.

Tahun ini saja, Festival  digelar pada 15-19 November 2018 ini, berhasil mendatangkan  lebih dari 25.000 wisatawan  ke Tanjung Kelayang.  Dengan jumlah tersebut target kunjungan  wisatawan mancanegara (wisman) dari 750 hingga 1.000 wisman tercapai. Sedangkan untuk wisatawan nusantara (wisnus) memiliki slot mencapai 5.000 wisnus. Target itu tercapai pada hari ke-empat pelaksanaan, belum hari ke lima atau hari terakhir.

“Jumlah kunjungan target wisatawan sudah melewati target semua. Angka dari wisnus dan wismannya sudah aman. Padahal ini dihitung hingga hari ke-4 Fesival Tanjung Kelayang saja,” ungkap Kadispar Belitung Hermanto.

Pergerakan wisman saat festival itu digelar dapat dilihat dari tingkat keterisian kamar Hotel. Hermanto pun menyempatkan untuk mensimulasikan sampel beberapa hotel, salah satunya adalah Hotel Green Tropical Belitung. Di hotel ini sebanyak 90 wisatawan Singapura menginap dan durasi menginapnya pun cukup lama.

“Kami terus memonitor pergerakan wisman di banyak hotel. Ada 90 wisatawan Singapura yang menginap di Hotel Green Tropical. Padahal, di sini pilihannya itu sangat banyak,” terangnya lagi.

Yang lebih menggembirakan para wisman mengeluarkan pengeluaran yang tidak sedikit. Kondisi ini, sangat memberikan dampat positif bagi perekonomian masyarakat Belitung. Rata-rata pengeluaran untuk belanja para wisman di Belitung mencapai US$ 50 hingga US$ 100 per orang untuk perhari. Jika dikurskan di nilai rupiah saat itu, setiap hari para wisman merogoh keceknya sampai Rp 1,4 juta perhari. Jika ditotal selama festival berlangsung selama lima hari, maka ada potensi perputaran uang mencapai US$500 ribu.

Lebih menarik spending USD50 hingga USD100 per orang per hari ini di luar hotel dan transportasi. Angka ini murni memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan/minum, belanja, hingga voucher bagi telekomunikasi.

Hermanto menambahkan, kemampuan Festival Tanjung Kelayang menarik wisman ini memberikan multiplier effect positif yang positif.

“Festival ini memberikan dampak positif sangat luas. Masyarakatlah yang langsung bisa merasakan manfaatnya. Para penjual laku. Hotel dan rental-rental kendaraan terisi. Semua lini perekonomian dari ini bergerak. Intinya sangat positif. Dari sini, Festival Tanjung Kelayang bagus sebagai pendorong KEK dan ujungnya Pendapatan Asli Daerah (PAD),” lanjut Hermanto lagi.

Aktivitas pariwisata memberikan value ekonomi yang sangat menjanjikan. Mesin ekonomi ini diperkuat dengan event dan salah satunya Festival Tanjung Kelayang 2018. Seiring pergerakan wisatawan, KEK ini memberikan impact positif. PAD di Belitung terkoreksi naik. Pada 2017, PAD Belitung sudah berada di level Rp193,18 Miliar. Angka ini naik signifikan 41,21% atau riilnya Rp56,38 Miliar dari tahun 2016.

Di rentang 2013 hingga 2016, rata-rata kenaikan PAD Belitung Rp14,63 Miliar per tahun. Pada tahun 2016, sektor transportasi dan akomodasi mampu menjadi penyumbang PAD 6,52%. Hal ini pun bertolak belakang dengan pertambangan yang turun di posisi 11,89% pada 2016. Padahal, di tahun 2012 masih di kisaran 15,36%. Serupa industri pengolahan yang turun 20,05% di 2016. Pada 2012 ada di level 24,33%.

“Tanjung Kelayang ini asuk destinasi prioritas dan KEK juga. Kami ini sudah mendorong pertumbuhan dengan Festival Tanjung Kelayang ke Calender of Event. Harapannya, adanya percepatan pertumbuhan pariwisata. Wilayah ini juga didukung dengan aksesibilitas flight langsung dari Singapura,” jelas Staf Ahli Menteri Bidang Multikultur Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Poros udara Belitung terhubung dengan Singapura sejak Senin (29/10). Rute ini dikembangkan Garuda Indonesia dengan armada Bombardier CRJ-1000. Kapasitas dari pesawat ini 96 seats. Rute ini dilayani 4 kali sepekan, yaitu Seni, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, saat ini destinasi dan festival di Belitung masih bisa terus ditingkatkan.

“Aksesibilitas menuju Belitung saat ini semakin bagus. Terhubung dengan Singapura memberikan efek sangat positif. Dengan besarnya kunjungan wisatawan ini, diharapkan semakin menaikan kesejahteraan masyarakat,” tutup tutup Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan menjadi #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok. (Sumber Kemenpar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close