Diskon Hingga 70%! BINA Lebaran 2026 Siap Banjiri 400 Mal di Indonesia
Perwakilan HIPPINDO APPBI Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta foto bersama usai konferensi pers tentang penyelenggaraan BINA Lebaran, 13 Februari 2026 (Foto: Humas HIPPINDO)
El John News, Jakarta-Bagi anda yang nanti ingin belanja kebutuhan lebaran 2026 tak perlu risau. Menjelang Hari Raya Idulfitri, gelaran promo skala nasional bertajuk BINA Lebaran 2026 akan digelar besar-besaran di berbagai pusat perbelanjaan di Tanah Air.
Program ini merupakan kolaborasi Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
BINA Lebaran 2026 menjadi bagian dari kampanye nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang dirancang untuk memperkuat konsumsi dalam negeri, khususnya pada periode krusial menjelang Lebaran.
Program ini akan berlangsung hingga 30 Maret 2026 dan melibatkan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, termasuk gerai ritel yang berada di stasiun dan bandara. Sosialisasi kepada publik resmi dimulai melalui konferensi pers di Kota Kasablanka pada Jumat (13/2/2026).
Wakil Ketua Umum HIPPINDO Fetty Kwartati, menegaskan bahwa momen Lebaran merupakan tulang punggung industri ritel nasional setiap tahunnya.
“Pesta diskon ini merupakan bagian dari kampanye Belanja di Indonesia Aja untuk meningkatkan perputaran ekonomi nasional. Lebih dari 400 mal akan berpartisipasi dengan potongan harga hingga 70%, termasuk brand global yang turut serta. Fokus kami adalah mendorong belanja domestik dan meningkatkan perputaran uang selama Lebaran,” ujarnya.
Menurut Fetty, sektor ritel memiliki keterkaitan erat dengan industri pariwisata. Aktivitas wisata dinilai selalu berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi di pusat-pusat belanja.
“Wisata dan belanja itu satu kesatuan. Sinergi BBWI dan BINA sangat relevan untuk meningkatkan traffic kunjungan sekaligus mendorong transaksi domestik. Ketika wisatawan bergerak, hotel bergerak, transportasi bergerak, UMKM bergerak, dan retail tenant mall ikut bergerak,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menghadirkan dekorasi tematik Imlek dan Lebaran di sepanjang koridor pedestrian Jalan MH Thamrin–Sudirman.
“Anggota HIPPINDO berpartisipasi aktif melalui alignment dekoratif, aktivasi brand, serta penyampaian berbagai promo kepada masyarakat. Koridor Sudirman–Thamrin kini menjadi etalase kreativitas ritel Indonesia yang terintegrasi dengan promosi wisata dan belanja. Inilah integrasi nyata BBWI dan BINA dalam memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi berwisata dan berbelanja,” tutup Fetty.
Dari sisi pariwisata, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Masruroh, menilai periode Lebaran sebagai momentum emas pergerakan wisatawan nusantara.
“Periode Lebaran selalu menjadi pendorong utama pergerakan wisata domestik. Sinergi antara Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) akan memperkuat dampak ekonomi di berbagai daerah. Ketika wisatawan bergerak, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ritel akan ikut terdorong. Integrasi wisata dan belanja menjadi strategi efektif untuk memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja wisatawan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Bambang Wisnubroto, menekankan pentingnya menjaga daya beli dan peredaran uang di dalam negeri.
“Program BINA Lebaran 2026 diharapkan mampu meningkatkan transaksi ritel secara signifikan serta menjaga peredaran uang tetap berputar di dalam negeri. Kolaborasi lintas kementerian dan asosiasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menggerakkan ekonomi nasional,” ujarnya.
Dengan sinergi antara program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dan BINA Lebaran 2026, pemerintah dan pelaku usaha optimistis momen Idulfitri tahun ini tidak hanya mendorong lonjakan perjalanan wisatawan domestik, tetapi juga menjadi pengungkit utama pertumbuhan konsumsi nasional yang berkelanjutan.
