Dispar Pastikan Pariwisata NTB Stabil Meski Ada Travel Advice
Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap berjalan normal meski ada travel advice dari sejumlah negara menyusul aksi terror yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo dan Riau beberapa waktu lalu. Kondisi pariwisata NBT yang berjalan normal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal di Mataram, Senin 21 Mei 2018.
Faozal mengatakan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada jumlah penurunan kunjungan pasca travel advice tersebut diterbitkan.
“Masih tetap stabil, belum ada pengaruh dan tidak ada penurunan. Jangankan travel advice, mereka keluarkan travel warning saja mereka masih tetap datang,” katanya.
Kendati demikian, Faozal berharap travel advice tidak terlalu lama diterbitkan dan dapat secepatnya dicabut . Faozal yakin pemerintah Indonesia secepatnya melakukan pemulihan keamanan pasca serangan terror tersebut terjadi.
“Dari laporan yang kita terima sampai sekarang belum ada pembatalan booking terkait keluarnya travel advice yang dilakukan sejumlah negara,” ujarnya.
Faozal menjelaskan yang terkena dampak dari travel advice ini diantaranya adalah hotel dan resor.seperti di kawasan Senggigi, tiga gili, yakni Trawangan, Air dan Meno. Sementara, untuk hotel di kota tidak terpengaruh.
“Secara umum belum ada hotel di NTB yang terpengaruh setelah dikeluarkannya travel advice dari negara-negara lain. Jadi dampak travel advice tidak terlalu mengkhawatirkan,” ucap Faozal.
Untuk mencegah semakin banyak travel advice, menurutnya pemerintah harus bisa secepatnya menstabilkan pemulihan dari dampak bom Surabaya. Karena, dengan cara inilah negara-negara lain tidak ikut-ikutan melakukan hal yang sama.
“Kita harus meyakinkan bahwa Lombok, NTB ini aman. Sekarang kita lakukan dan bisa dilihat dari pemberitaan sudah mulai sepi kembali,” ujarnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB Lalu Hadi Faesal mengakui keluarnya travel advice dari sejumlah negara untuk berkunjung ke Indonesia tidak ada.
“Sampai hari ini, kita cek ke hotel-hotel yang ada di Lombok, tak satu pun tamu membatalkan reservasi dan booking hotel,” kata Lalu Hadi Faisal. (Sumber Antara)
