Ditengah Wabah Corona, Pupuk Indonesia Pastikan Produksi dan Distribusi Tetap Lancar
Di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah memastikan bahwa performa kinerja para produsen pupuk terhadap ketersediaan stok dan kelancaran distribusi tetap aman.
Produksi di pabrik-pabrik milik Pupuk Indonesia Grup seperti PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Iskandar Muda Aceh, dan PT Petrokimia Gresik masih dapat terjaga. Hal tersebut di katakan sendiri oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat.
“Sepanjang Januari hingga akhir Februari 2020, total produksi Pupuk Indonesia Grup telah mencapai dua juta ton, atau setara 108 persen dari target periode yang sama sebesar 1,89 juta ton,” kata Aas, Selasa (24/3/2020).
Dia menjelaskan, Pupuk Indonesia Grup menyediakan stok pupuk bersubsidi sebanyak 963.958 ton yang terdiri dari 497.274 ton Urea, 223.963 ton NPK, 85.910 ton SP-36, 103.653 ton ZA dan 53.159 ton Organik mulai 19 Maret 2020.
“Total stok tersebut lebih dari 3 kali lipat di atas ketentuan yang sebesar 274.931 ton,” sebutnya.
Perseroan juga mencatatkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan 18 Maret 2020 telah mencapai 2.059.025 ton. Angka tersebut terdiri dari 977.253 ton Urea, 631.684 ton NPK, 171.283 ton SP-36, 182.936 ton ZA dan 95.869 ton Organik. Aas memastikan proses distribusi pupuk bersubsidi kepada petani tetap berjalan lancar.
Ia menambahkan, , guna menjaga performa tersebut perusahaan telah menjalankan sejumlah langkah pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan operasional kerja dan pabrik masing-masing perusahaan, seperti pemeriksaan suhu tubuh karyawan dan tamu yang memasuki area pabrik dan kantor, pembatasan kedatangan tamu, mengatur pola kerja yang lebih fleksibel, menyediakan alat pembersih tangan serta rutin menjaga kebersihan lingkungan kantor dengan cara penyemprotan disinfektan.
“Langkah preventif tersebut sebagai upaya nyata BUMN melindungi seluruh karyawan dan menjamin kelangsungan operasional perusahaan demi menjaga penugasan dari Pemerintah dapat berjalan lancar dan normal,” ujar Aas.
Upaya preventif juga diterapkan di dermaga pelabuhan yang terdapat di area pabrik. Setiap kapal yang berlabuh akan diawasi dengan ketat, mulai dari kelengkapan dokumen bebas karantina, hingga pembatasan dan pemeriksaan kesehatan anak Buah kapal (ABK) yang akan turun ke dermaga.
Khusus bagi tenaga pemasar pun telah diinstruksikan untuk meminimalisir kegiatan pertemuan langsung dengan distributor dan konsumen, namun tetap komunikatif melalui sambungan telepon dan media komunikasi lainnya.
“Semua kebijakan tersebut bersifat dinamis, dan siap menyesuaikan dengan perkembangan terbaru. Kami pun tengah mempersiapkan prosedur-prosedur lebih lanjut dalam rangka memitigasikan potensi risiko yang ada,” pungkasnya.
