Dongkrak Industri Makanan dan Minuman, Kemenperin Gelar Bazar Ramadan

0
IMG_20180605_203733

Jelang Lebaran tren permintaan terhadap barang kebutuhan pokok akan meningkat tajam, termasuk pada komoditas makanan dan minuman. Momentum ini diyakini mampu mendongkrak kinerja industri makanan dan minuman yang selama ini konsisten tumbuh rata-rata di atas 7 persen.

“Pada triwulan I tahun 2018, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 12,7 persen dan berkontribusi terhadap industri pengolahan nonmigas sebesar 35,4 persen,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto pada pembukaan Bazar Lebaran Tahun 2018 di Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa (5/6).

Bazar yang diikuti 100 perusahaan baik skala besar maupun industri kecil dan menengah (IKM). Produk-produk yang ditampilkan, antara lain minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, biskuit, mie, olahan daging, sirup, susu, minuman ringan, pakaian, sarung, dan elektronika. Pada hari pertama, dilakukan pula penjualan minyak goreng murah dari PT. Sinar Mas sebanyak 4.000 liter.

“Untuk memenuhi kenaikan permintaan tersebut, tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan stok pasar, tetapi juga perlu didukung pendistribusian yang tepat sasaran,” kata Panggah.

Oleh karena itu, Bazar Lebaran ini bertujuan guna mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok kepada masyarakat.

“Seperti di tahun-tahun sebelumnya, bila Ramadan tiba, Bazar Lebaran akan menjadi suatu kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas khususnya umat muslim dalam rangka persiapan untuk menyambut hari raya Idul Fitri,” paparnya.

Panggah optimistis, industri makanan dan minuman nasional diyakini tetap tumbuh positif pada tahun 2018. Terlebih lagi adanya momentum pemilihan kepala daerah yang berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia, yang berpotensi dapat meningkatkan konsumsi produk makanan dan minuman.

“Upaya ini diharapkan agar produk dalam negeri dapat dikenal di negeri sendiri. Dengan mengenalkan produk kita sendiri, kami meyakini masyarakat akan tergerak untuk mengkonsumsi produk lokal sehingga industrinya semakin produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *