Dongkrak Kunjungan Wisman, Presiden Minta Event Pariwisata Nasional Diperbanyak
Presiden Jokowi terus menaruh perhatiannya terhadap perkembangan pariwisata Indonesia. Presiden menyebut sektor pariwisata memiliki potensi dalam menyedot lebih banyak lagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk mengunjungi Indonesia. Presiden menyebut cara ampuh untuk mendatangkan wisman adalah dengan memperbanyak event-event pariwisata nasional.
“Dengan demikian, wisatawan berdatangan dan dapat mendongkrak roda perekonomian di lokasi wisata tersebut,” kata Presiden dalam rapat terbatas membahas pariwisata di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Presiden meyakini, sektor pariwisata Indonesia yang sangat menjanjikan. Selain itu akan menimbulkan multiplier effect yang positif terutama di bidang perekonomian. “Untuk itu, diperlukan strategi agar pariwisata kita lebih baik lagi,” katanya..
Berdasarkan riset Bank Dunia, pariwisata menjadi salah satu bisnis utama atau “core business” Indonesia. Pariwisata menjadi penyumbang PDB, devisa serta lapangan kerja paling besar dan mudah.
Pada 2016, devisa pariwisata mencapai US$ 13,5 miliar per tahun. Hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) sebesar US$ 15,9 miliar per tahun. Padahal pada 2015 lalu, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.
Saat itu, pariwisata di bawah sektor migas sebesar US$ 18,5 juta, CPO US$ 16,4 juta, dan batubara US$ 14,7 juta. Namun akibat jatuhnya harga migas dan batu bara, konstelasi sektor penyumbang devisa berubah. CPO menjadi raja dan pariwisata menyodok ke atas sektor migas dan batubara.
Tahun 2017, sumbangan devisa dari sektor pariwisata melesat menjadi sekitar US$ 16,8 miliar. Angka ini diprediksi akan meningkat 20% menjadi sekitar US$ 20 miliar pada 2018.
Semakin melesatnya sektor pariwisata, tidak terlepas dari terus meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman terus naik.
Pada 2017, wisman yang berkunjung sebanyak 14,04 juta, naik 21,88 persen dari tahun 2016 yang berada dikisaran 11,52 juta pengunjung. (Sumber Kemenpar)
