Dorong Percepatan Berinvestasi, BKPM Akan Gelar Tiga Kegiatan Terintegrasi

0
_DSC0686

Tiga kegiatan penting di sektor investasi akan digelar di Yogyakarta pada bulan ini. Tiga agenda yang digagas Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu, yakni Peluncuran mplementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang dilangsungkan pada  12 Maret 2018,  Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal (KP3MN)  yang digelar pada  13 Maret 2018, dan Regional Investment Forum (RIF) pada 14 Maret 2018.

ke-tiga kegiatan  yang terintegerasi ini diyakini dapat mendorong percepatan penanaman modal di Indonesia. Ketiga agenda itu diumumkan oleh Kepala BKPM Thomas Lembong didampingi dua Deputi yakni Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba Hutapea dan Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Farah Ratnadewi di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Untuk Agenda KP3MN, BKPM akan mengundang seluruh aparatur penanaman modal  baik di pusat dan daerah untuk berkonsolidasi. Di acara rencananya Kepala BKPM Thomas Lembong akan mensosialisasikan kebijakan on line-single submission dengan para dinas penanaman modal.

“Yang sudah pasti saya juga berniat untuk  sosialisasi  dan koordinasi dengan dinas-dinas  penanaman modal seluruh Indonesia mengenai  on line-single submission atau paket kebijakan ekonomi nomor 16  Perpres 91-2017. Jadi sebagaimana  kawan-kawan media sudah tahu Bapak Presiden menuntut  akhir bulan ini sudah jalan, jadi ini yang mau saya bahas dengan dinas-dinas  penanaman modal seluruh Indonesia,” kata Thomas dalam jumpa pers di kantor BKPM, Selasa, 6 Maret 2018.

KP3MN yang tahun ini mengambil tema “ Konektivitas Ekonomi”, rencananya akan dihadiri Presiden Jokowi untuk memberikan arahan kepada 850 peserta.  dari seluruh Indonesia.

“Tema yang kita usung adalah Konektivitas Ekonomi maksudnya untuk  mendorong  kegiatan investasi yang merupakan kombinasi dari globalisasi dan digitalisasi. Sehingga diharapkan ini bisa  mendorong perubahan paradigma aparatur pusat dan daerah  sehingga ada kesamaan pandangan untuk antisipasi perubahan yang diharapkan  para pelaku usaha seperti misalnya  adanya penyederhanaan perizinan atau deregulasi,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Farah Ratnadewi di tempat yang sama.

Sementara untuk kegiatan  peluncuran KLIK,  bertujuan untuk memperluas cakupan  Kawasan Industri (KI) yang ditetapkan sebagai implementasi KLIK.  Seperti di Ketahui KLIK adalah fasilitas yang diberikan Pemerintah kepada investor setelah memperoleh Pendaftaran Investasi untuk dapat segera melaksanakan konstruksi sambil secara parallel mengurus perizinan pelaksanaan daerah.

KLIK tahun ini adalah KLIK tahap 3. Diharapkan KLIK tahap 3 ,  dapat menuai sukses seperti KLIK tahap 1 dan 2. Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba Hutapea mengatakan di KLIK tahap 1 dan 2 ada115 proyek atau perusahaan yang memanfaatkan fasilitas ini dengan nilai investasi  Rp 130,62 triliun rupiah dan menempatkan lahan seluas  1.322,96 hektar.

“Di KLIK  tahap 3 ini, kita masih melihat  persyaratan izin usaha  kawasan industrinya harus ada dan tersedia lahan di kawasan industri itu. Kita sekarang proses seleksi . Kita harapkan peluncuran KLIK di Yogyakarta nanti kita sudah  terpilih ada  42 kawasan industry  yang kita seleksi, tersebar di 10 provinsi  dan 23 Kabupaten/Kota. Jadi finalisasinya  Minggu ini  dan akan kita umumkan di Yogyakarta,” ujar Tamba.

Untuk kegiatan RIF akan dilakukan dengan mengundang 550 investor dari dalam negeri maupun luar negeri  dengan tema “Showcasing Investment Oppurtunities in Lifestyle and Tourism Industry”. Kegiatan ini akan dihadiri sejumlah pembicara seperti Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono x dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityazwara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *