DPD PUTRI Sumut Dorong Pemerintah Jadikan Pantai Timur Sumut Sebagai KSN
DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendorong pemerintah pusat untuk ikut memperhatikan pengembangan wisata bahari Pantai Timur Sumut. Kawasan ini dinilai layak untuk dijadikan Kawasan Strategi Nasional (KSN).
Ketua DPD PUTRI Provinsi Sumut Syarifuddin Siba mengatakan, wisata bahari Pantai Timur Sumut menyimpan banyak potensi yang tidak kalah dengan destinasi di daerah lain. Jika pengembangannya dapat difokuskan ke Pantai Timur Sumut, tidak menutup kemungkinan Sumut menjadi provinsi yang banyak dilirik para wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman)
“Dalam rangka percepatan itu, kita sudah bagi, yang mana bisa terjangkau oleh pengusaha cukup pengusaha saja, yang tidak terjangkau kerjasama pengusaha dengan pemerintah daerah, kalau perlu juga pemerintah pusat. Kalau bisa dijadikan itu Kawasan Strategi Nasional Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Pantai Timur Sumatera Utara. Seandainya itu komplit, Danau Toba yang sudah terfasilitasi begitu hebat terus ini terdukung, saya pikir Sumatera Utara akan menjadi kejaran dunia untuk pariwisatanya,” kata Siba saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News, di sela-sela acara Munas PUTRI ke-v di Jakarta beberapa waktu lalu.
Siba merasa berterima kasih kepada Gubernur Sumut yang telah menetapkan dirinya sebagai Ketua Percepatan dan Pengembangan Wisata Bahari Pantai Timur Sumut. Status ini memperkuat dirinya bekerja dalam mengembangkan destinasi ini. Apalagi di bawah kepemimpinannya, DPD PUTRI provinsi Sumut memasukan pengembangan Pantai Timur Sumut sebagai program kerja untuk satu tahun kedepan.
“Sekarang sejak saya Ketua PUTRI DPD Sumatera Utara, terus saya dorong dan Gubernur sudah keluarkan SK percepatan itu baru mulai ini sekarang. Mudah-mudahan persiapannya dapat cepat selesai dan didukung Pemprov maka pariwisata di Sumatera Utara akan bangkit,” ujar Siba.
Menurut Siba, pengembangan Pantai Timur Sumut yang memiliki panjang pantai 554 kilometer ini, dapat menggerakan roda perekonomian rakyat, dan juga membantu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun devisa negara.
Siba menjelaskan, kuliner dan alam menjadi beberapa potensi yang dimiliki Pantai Timur Sumut untuk dapat dijual kepada wisatawan. Karena itu, yang dibutuhkan adalah adanya kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha dengan pemerintah baik pusat maupun daerah.
“UMKM itu akan banyak tumbuh sumbe rezeki yang baru termasuk lapangan kerja. Jadi hiduplah sebagai sumber ekonomi di desa-desa apalagi di pantai itu kan pencariannya bertumpu pada nelayan saja tapi dengan seperti ini, kulinernya jalan, potensi alamnya dapat tergali semua itu untuk kehidupan masyarakat,” ungkap Siba.

Selain itu, Siba berharap pengembangan Pantai Timur Sumut juga menjadi program kerja pengurus DPP Putri masa bakti 2021-2026. Pasalnya, destinasi ini menjadi bagian dari taman rekreasi yang baru tumbuh yang sudah menjadi program tetap DPP PUTRI
“Perhatikan yang kecil dulu, karena kecil itu yang berada di pinggir-pinggiran. Di pinggir-pinggir itulah yang ikut membantu menggerakan tenaga kerja dan mengolah, mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di daerah-daerah,” tutup Siba.
