DPR RI Sahkan Ponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

Wamenkeu Thomas Djiwandono sedang memberikan sambutan pada acara Persiapan Keberangkatan Angkatan ke-248 LPDP bertema Refleksi Merah Putih (Foto: Kemenkeu/Leonardo Oscar)
El John News, Jakarta-Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Thomas Djiwandono akhirnya ditetapkan Komisi XI DPR RI sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat internal yang digelar pada Senin (26/1/2026).
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh fraksi di Komisi XI. Ia menegaskan bahwa Thomas dinilai sebagai figur yang dapat diterima oleh semua unsur politik yang ada di komisi tersebut.
“Bapak Thomas merupakan figur yang bisa diterima oleh seluruh partai politik di Komisi XI,”
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun
Selain pertimbangan politik, Komisi XI juga menilai kapasitas, kompetensi, serta pemahaman Thomas terhadap peran dan fungsi Bank Indonesia. Hal tersebut tercermin dari paparan yang disampaikan Thomas selama proses uji kelayakan dan kepatutan.
Misbakhun menilai Thomas mampu menguraikan pandangan strategis terkait peran Bank Indonesia ke depan, khususnya dalam memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi salah satu poin penting yang ditekankan.
“Beliau menjelaskan dengan sangat baik pentingnya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi,” jelas Misbakhun.
Selanjutnya, hasil penetapan calon Deputi Gubernur BI tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk mendapatkan pengesahan. Rapat paripurna dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/1/2026).
Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Thomas Djiwandono memaparkan visi yang diberi nama “BI Gerak” sebagai arah kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Visi tersebut mencakup lima strategi utama yang menjadi fokus penguatan Bank Indonesia.
Lima pilar dalam konsep “BI Gerak” meliputi penguatan tata kelola (governance) kebijakan yang kredibel, peningkatan efektivitas kebijakan, penguatan resiliensi sistem keuangan, akselerasi sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, serta keberlanjutan transformasi keuangan.
Seperti diketahui, nama Thomas Djiwandono diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memunculkan perhatian publik, terutama terkait isu independensi bank sentral. Bank Indonesia selama ini diposisikan sebagai lembaga yang harus bebas dari intervensi politik guna menjaga stabilitas moneter dan kepercayaan pasar.
Sorotan tersebut muncul karena latar belakang Thomas Djiwandono dinilai tidak lazim untuk posisi strategis di bank sentral. Thomas, yang akrab disapa Tommy, memiliki hubungan kekerabatan langsung dengan Presiden Prabowo. Ia merupakan putra Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, kakak kandung Prabowo Subianto.
Kontroversi semakin menguat karena mekanisme pengusulan Thomas disebut-sebut melalui skema “tukar guling”. Pada saat yang sama, posisi Deputi Gubernur BI sebenarnya belum mengalami kekosongan, mengingat seluruh deputi yang menjabat saat ini masih berada dalam masa jabatan aktif.
