Dua Korban Ditemukan, Tim SAR Berhasil Rampungkan Penemuan Seluruh Penumpang ATR42-500

Ilustrasi tim SAR sukses merampungkan penemuan seluruh korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 (Foto: Generated AI)
El John News, Jakarta-Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi dituntaskan. Tim SAR gabungan memastikan seluruh penumpang pesawat telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pada Jumat pagi (24/1/2026), dua korban terakhir berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Korban pertama ditemukan pada pukul 09.06 WITA, disusul korban kedua empat menit kemudian. Dengan penemuan tersebut, jumlah korban yang ditemukan sesuai dengan data manifes pesawat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa kedua korban langsung dievakuasi dari Posko Tompobulu, Kabupaten Pangkep, menggunakan helikopter. Jenazah kemudian diterbangkan menuju Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin pada Jumat pagi untuk penanganan lebih lanjut.
Andi menjelaskan, percepatan proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan tambahan personel dari berbagai daerah. Tim SAR dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari, serta Basarnas Palu turut bergabung untuk memperkuat upaya evakuasi di medan pegunungan yang sulit dijangkau.
“Pukul 09.06 Wita paket 9 telah ditemukan, dan pukul 09.10 Wita paket 10 telah ditemukan, dan sementara dalam proses evakuasi,” ujar Andi dengan suara bergetar menahan haru.
Menurut Andi, dari total 11 paket yang diserahkan kepada tim medis, 10 paket berisi jenazah utuh yang telah teridentifikasi secara awal, sementara satu paket lainnya berisi potongan tulang atau bagian tubuh. Penentuan identitas secara pasti akan dilakukan oleh pihak rumah sakit melalui proses identifikasi forensik.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT tersebut mengangkut 10 orang. Tujuh di antaranya merupakan kru pesawat, yakni kapten sekaligus pilot Andy Dahananto, kopilot Farhan Gunawan, flight operation officer Hariadi, dua teknisi Restu Adi P dan Dwi Murdiono, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
Selain kru, terdapat tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Noval. Ketiganya diketahui tengah menjalankan tugas patroli kemaritiman di wilayah Makassar saat kecelakaan terjadi.
Dengan rampungnya evakuasi korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan selanjutnya proses penanganan beralih ke tahap investigasi serta identifikasi lanjutan.
