Dukung Program ASI Eksklusif Cegah Stunting, BKKBN Provinsi Bangka Belitung Luncurkan Pil KB Ibu Menyusui
Berkenaan dengan tingginya angka ibu pasca persalinan tidak ber-KB dengan alasan menyusui, maka BKKBN telah menyediakan alokon berupa pil KB yang hanya berisi hormon progestin sehingga tidak mempengaruhi produksi ASI serta tidak mengganggu para ibu pasca persalinan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Mengenai hal tersebut, tepat pada tanggal 19 Januari 2022 hari ini Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kegiatan “Peluncuran Pil KB Bagi Ibu Menyusui Dalam Mendukung Asi Eksklusif Guna Mencegah Stunting”.
Pelaksanaan peluncuran ini bertempat di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Nurita yakni Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bangka, tepatnya di Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Sungailiat. Kegiatan ini turut pula dihadiri oleh Kepala Puskesmas Sungailiat, dr. Rudiyanto beserta jajaran. Beliau mendukung kegiatan ini dengan mengajak seluruh kalangan khususnya para ibu pasca persalinan untuk turut mendukung pemberian ASI eksklusif cegah stunting dengan menggunakan pil KB bagi ibu menyusui.
Kegiatan “Peluncuran Pil KB Bagi Ibu Menyusui Dalam Mendukung Asi Eksklusif Guna Mencegah Stunting” ini juga dilakukan secara serentak di 34 Provinsi seluruh Indonesia dan ditayangkan secara live di channel Youtube BKKBN Official. Pada kesempatan kali ini, kegiatan dilakukan secara luring yang dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat Pemerintahan Daerah dan Pejabat Tinggi BKKBN Provinsi Jawa Timur, Komisi IX DPR RI, Kepala BKKBN, NGO (WHO, UNFPA, UNICEF), Asosiasi Ibu Menyusui, Asosiasi Ayah ASI dan sejumlah ibu menyusui di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang sama tentang pentingnya pemakaian Kontrasepsi Pil KB bagi ibu menyusui dalam mendukung ASI eksklusif guna mencegah stunting serta membangun komitmen bersama dalam implementasi pemakaian Kontrasepsi Peluncuran Pil KB tersebut di berbagai tingkatan wilayah. Harapannya, tujuan kegiatan kali ini dapat terealisasi secara optimal dan membangun pemahaman yang dapat mengurangi angka prevalensi stunting yang tinggi di Indonesia.
