Ekspor Otomotif Indonesia ke Venezuela Diuji di Tengah Konflik
Ekspor Otomotif Indonesia Menjadi yang ke Venezuela, namun Perubahan Rezim Memunculkan Tantangan Baru bagi Stabilitas Perdagangan.

Jakarta, El John News — Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memicu kewaspadaan dunia usaha Indonesia, khususnya terhadap kinerja ekspor nasional. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan ekspor otomotif Indonesia ke Venezuela tercatat cukup tinggi dan sensitif terhadap stabilitas ekonomi serta daya beli di negara tersebut.
Di tengah memanasnya geopolitik global, data perdagangan justru memperlihatkan arah yang kontras. Ekspor Indonesia ke Venezuela terus menanjak, sementara impor dari negara tersebut kian menyusut. Grafik ekspor menunjukkan tren kenaikan tajam sepanjang 2023–2025, mencerminkan penguatan posisi Indonesia sebagai pemasok produk manufaktur dan barang konsumsi di kawasan Amerika Latin.
Sebaliknya, grafik impor memperlihatkan tren melemah, terutama pada 2025.
Kondisi ini menegaskan rendahnya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bahan baku dari Venezuela, sekaligus memperkecil risiko langsung terhadap industri nasional. Berdasarkan data perdagangan, lima komoditas ekspor terbesar Indonesia ke Venezuela pada 2024 didominasi produk manufaktur bernilai tambah tinggi, seperti Ekspor Otomotif Indonesia, sabun dan produk pembersih, tekstil, serat buatan, serta produk kertas.

Sementara itu, dari sisi impor, struktur perdagangan jauh lebih sederhana. Lima komoditas impor utama Indonesia dari Venezuela terkonsentrasi pada kakao serta sayuran dan umbi-umbian, dengan kontribusi yang relatif kecil terhadap kebutuhan industri nasional.

Jika konflik geopolitik benar-benar mengganggu perdagangan, penurunan tajam ekspor dan gangguan rantai pasok akan terlihat jelas. Namun data menunjukkan sebaliknya. Ekspor terus tumbuh, impor melemah, dan surplus perdagangan Indonesia terhadap Venezuela kian melebar.
Dalam konteks yang lebih luas, ketegangan AS–Venezuela tetap perlu dicermati. Namun bagi Indonesia, struktur perdagangan bilateral ini menegaskan dua hal utama: eksposur langsung yang terbatas dan pertumbuhan ekspor yang tetap solid, terutama pada sektor manufaktur.
El John News strategi paling cermat bagi dunia usaha adalah membaca angka sebagai peta.
