EL JOHN Modelling Week 2018: Para Finalis Siap Tampil Maksimal di Grand Final
32 finalis sudah tidak sabar menunggu Grand Final The Supermodel Indonesia (TSI) 2018. Mereka siap mengeluarkan semua bakat modellingnya di hadapan juri. Persiapan pun dilakukan setiap masing-masing finalis.
Farah Rahma salah satu diantara 32 finalis yang menyatakan siap tampil di grand final. Finalis nomor urut 28 ini mengaku banyak mempelajari ulang ilmu yang didapat selama karantina maupun selama fashion show berlangsung. Farah akan menerapkan bekal yang didapat itu di Puncak pemilihan TSI 2018 ini.
” Mau ga mau harus siap. Persiapan sudah saya lakukan hingga sekarang juga masih tetap saya jalani. Persiapan itu seperti mempelajari lagi apa yang kita dapat selama di Hotel Twin Plaza dan di Neo Soho Mall. Semoha latihan itu, bisa saya terapkan di Grand Final,” kata Farah saat diwawancara Tim Liputan eljohnnews.com.
Selain Farah, ada Agata Gloria Atika Suryaini yang membeberkan persiapan yang dilakukan kepada tim liputan eljohnnews.com. Finalis nomor urut 9 ini mengatakan yang paling menonjol untuk dipersiapkan adalah latihan catwalk. Menurut Agata, catwalk menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh dewan juri. Namun bukan berarti Agata menyampingkan hal-hal yang lain.
“Perbanyak latihan catwalk seperti cara berputar dan cara berjalan saat mengenakan evening gown, kebaya dan lain-lain. Menurut catwalk itu akan menjadi perhatian juri. Namun saya juga tetap belajar hal lainnya seperti publik speaking,” ujar Agata.
Hal senada juga disampaikan Finalis nomor urut 8. Finalis yang memiliki nama lengkap Dian Pertiwi ini mengaku persiapan khusus yang dilakukannya adalah dengan mepraktekan kembali pembekalan yang didapatnya seperti berjalan di atas panggung catwalk.Menurutnya yang terpenting adalah harus percaya diri dengan percaya diri maka semua masalah akan teratasi saat di grand final nanti.
“Saya mempraktekan lagi apa yang saya dapat baik saat di show maupun di rumah, utamanya soal catwalk. Karena catwalk tidak mudah yah harus butuh ketekunan untuk belajar. Tapi itu semua tidak dapat diterapkan jika kita tidak percaya diri,” ungkap Dian
selama masa karantina

