BusinessEconomicHeadline News

Engie dan EVI Berkolaborasi Salurkan Listrik Untuk 3000 Desa di Papua

Geliat kehidupan warga Papua kian  bersinar dengan kehadiran salah satu pemimpin energy dunia  Engie dan Electric Vine Industrie (EVI). EVI merupakan pengembang jaringan mikro swasta yang berkomitmen untuk menyediakan akses energi berkelanjutan dan meningkatkan peluang untuk menghasilkan pendapatan kepada rumah tangga yang tidak dialiri listrik di seluruh Asia Tenggara.

Dalam siaran pers yang diterima Redaksi El JOHN News, disebutkan kedua perusahaan itu sepakat mengembangkan mendanai, membangun, mengoperasikan dan mengelola jaringan mikro fotovoltaik cerdas guna melayani kebutuhan listirik  sekitar 2.5 juta penduduk di seluruh Propinsi Papua selama 24 jam per-hari 7 hari seminggu.  2,5 juta penduduk yang akan disasar aliran listrik ini  tersebar di 3.000 desa di Papua dan akan berlangsung selama periode 20 tahun.

Pembangunan Proyek Mikro Fotovoltaik ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar  240 juta US Dollar dengan jangka waktu  lima tahun kedepan. Untuk pembayaran,   warga Papua diberi kemudahan yakni  cukup dengan mengaktifkan telpon genggamnya dan ikuti petunjuk yang ada.

Proyek  gabungan dua perusahaan ini merupakan bagian dari dukungan  Engie Group dengan EVI.  dalam mewujudkan target pemerintah untuk memenuhi 100% elektrifikasi di seluruh Indonesia pada tahun 2020.

Proyek ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terkait, dimana pelaksanaan proyek diatur oleh Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 38 Tahun 2016 mengenai “Percepatan Elektrifikasi di Pedesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan dan Pulau Kecil Berpenduduk melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Skala Kecil”.

Wakil Presiden Eksekutif ENGIE Group Didier Holleaux menyambut baik proyek ini. Menurut Didier, Proyek tersebut sudah sesuai dengan strategi dan visi ENGIE Group.

“ Kami ingin menjadi pelopor di dunia energi baru melalui upaya inovasi bersama dan kemitraan, merancang dan mengembangkan model energi baru yang telah terdekarbonisasi, ter-digitalisasi, dan ter-desentralisasi guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat serta mendukung peluang pertumbuhan bagi bisnis dan komunitas sekitar,” kata Didier.

Sementara itu Co-Founder dan CEO Electric Vine Industries, Bryse Gaboury mengatakan  kemitraan ini merupakan terobosan besar bagi EVI dalam mencapai tujuan yang mulai.

“ Saat ini kami didukung oleh ENGIE, yang merupakan produsen listrik independen terbesar di dunia, kami sangat antusias dengan dukungan tersebut khususnya terkait mewujudkan proyek ini,” ungkap Bryse

EVI diketahui sudah familir dengan wilayah Papua. Pada Maret 2015 lalu. Evi telah mengoperasikan jaringan mikro percontohan  dan berhasil menyediakan listrik untuk 24 jam per hari selama 7 hari seminggu kepada 250 orang masyarakat Papua sekitar sejak dua tahun terakhir.

Prestasi yang sungguh membanggakan  karena ada  peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya dimana ketersediaan listrik hanya selama tiga jam per-malam. Keberadaan  EVI  di Papua sangat dibutuhkan,itu  banyak warga Papua yang memberikan peluang baru untuk menambah penghasilan kerena kehadiran EVI. Hal itu dialami warga Papua, Fredrik Felle  alah satu penerima manfaat proyek ini menyampaikan, dahulu begitu sulitnya hidup,  karena terus diselimuti kegelapan, namun kini hal tersebut tidak pernah lagi,  berkat  kehadiran jaringan mikro tenaga suraya yang dapat menyalurkan energy listrik ke banyak desa di Papua.

“Melalui listrik dari EVI, saat ini kita bisa menggunakan kulkas sebagai mata pencaharian, khususnya dengan menjual es batu dan es krim.”  ungkap Fredrik.

Perlu diketahui, saat ini, Papua memiliki rasio elektrifikasi terendah bila dibandingkan dengan propinsi lain di Indonesia. Proyek kemitraan ini menujukkan komitmen ENGIE dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia melalui akses energi berkelanjutan dan elektrifikasi pedesaan. Saat ini ENGIE juga telah memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi suhu tinggi di Muara Laboh, yang merupakan proyek terbarukan ENGIE Group pertama di Indonesia dan juga pertama di dunia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button