Desa Wisata Nglanggeran Siap Menyambut Delegasi Dari Annual Meeting IMF-WB 2018
Menjelang Annual Meeting IMF – World Bank 2018 yang akan berlangsung di Bali. Oleh karena itu untuk menghindari penumpukan di Bali maka akan disediakan destinasi lainnya yang tidak kalah dengan Bali. Untuk Joglo Semar sendiri dengan berbagai atraksi yang dimilikinya serta akses menuju ketiga kota tersebut sangat komplit.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sangat mengapresiasi bermunculannya Kelompok Sadar Wisata, (Pokdarwis) salah satunya adalah Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran yang berlokasi di Gunung Kidul Yogyakarta. Meskipun infastrukturnya masih ada kendala namun kesiapannya sudah dipercepat
Kendati saat disurvei Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) pada 24 Mei lalu masih ada sejumlah kekurangan dalam hal infrastruktur tapi masih diusahakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur, seperti akses jalan yang sudah aspal mulus namun diperlukan tambahan sedikit karena tanah labil yang membentuk gelombang.
Terkait ketersediaan lahan parkir untuk kendaraan bisa diupayakan dengan memakai lahan kosong yang terdapat di sekitar kawasan Gunung Api Purba. Dikarenakan lahan parkir yang ada berlokasi di depan gerbang naik ke puncak Gunung Api Purba dan hanya bisa menampung belasan mobil kecil.
Untuk yang paling siap adalah ketersediaan homestay bagi wisatawan. terdapat 80 homestay dibawah pengelolaan Pokdarwis dan telah siap menerima tamu. Satu homestay biasanya memiliki tiga kamar dan bisa menampung 6-8 orang.
Contoh Homestay yang tersedia adalah Homestay Jono, yang berada paling dekat dengan gapura masuk ke Gunung Api Purba, lalu ada Homestay Agus yang juga tidak jauh dari gerbang masuk Gunung Api Purba Selain itu ada juga milik Ketua Pokdarwis Nglanggeran Mursidi. Homestay Mursidi berada di pinggir jalan jalur menuju wisata Gunung Api Purba.
Homestay tersebut dilengkapi dengan view yang sangat bagus yang didesain dengan apik untuk memuaskan wisatawan akan keindahan alam.
“Intinya kalau soal homestay kami siap menerima tamu hingga 250 orang lebih. Dan kami terus berusaha meningkatkan kemampuan pemilik homestay dalam melayani tamu,” tukas Sugeng Manajer Griya Coklat Nglanggeran.
Untuk atraksi terbilang komplit dalam memenuhi kebutuhan wisata. Terdapat wisata alam, wisata budaya dan reliji serta adventure tersaji.
Mau live in, camping, outbond, berburu sunset atau sunrise, climbing, rafling, tracking, flying fox, jelajah alam, hingga penelitian ilmiah semua bisa dilakukan di sini. Terdapat juga Joglo dan Pendopo Pedukuhan yang bisa dipakai untuk latihan kesenian. Yang semuanya disiapkan untuk kenyamanan wisatawan.
Live in di Desa Wisata Nglanggeran bermacam-macam seperti belajar pertanian mulai dari menanam padi, membajak sawah, melepas ikan di kolam, bertani coklat dan mengolahnya, membuat kerajinan ataupun ikut adat kendurian. Untuk pecinta coklat, ada Griya Coklat Nglanggeran yang menyediakan berbagai produk olahan cokelat.
Belajar seni tradisi juga bisa dilakukan di beberapa dusun yang memiliki kelompok kesenian. Mulai dari jathilan, reog, gejog lesung, calung hingga karawitan.
“Di akhir kegiatan live in, wisatawan bisa berkolaborasi pentas dengan warga. Baik di acara yang dibuat panggung maupun dalam format acara api unggun,” tukas Sugeng.
Bagi yang suka melakukan kegiatan camping/outbond terdapat banyak lokasi. camping ground yang bisa dan layak pakai. Baik di bawah maupun di atas puncak Gunung Api Purba yang berketinggian 200-700 mdpl. Wisatawan dapat mengabadikan sunrise maupun sunset di puncak Gunung Api Purba ini.
Wisatawan juga bisa menikmati Embung Kebun Buah Nglanggeran dan Air Terjun Njurug Talang Purba dan Kedung Kandang. Embung (tampungan air) yang digunakan untuk mengairi Kebun Buah Nglanggeran berlokasi di kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran dengan luas 0,34 hektare.

