(Explore Malang) Menikmati Air Terjun Coban Rondo

0
Coban-Rondo-Malang

Selain menikmati gemercik deras airnya, kita juga bisa berenang di sekitar air terjun, berkemah, atau bercanda dengan monyet-monyet lucu di sekitar air terjun.

images

Wisata Air Terjun Coban Rondo terletak di desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dengan jarak tempuh sekitar setengah jam dari pusat kota Malang. Air terjun ini merupakan destinasi yang menarik di Malang. Tingginya yang mencapai 84 meter dan berada di ketinggian 1.135 mdpl ini menjadikan gemercik airnya sangat dingin dan sejuk. Tempatnya yang berada di kawasan lereng Gunung Kawi menambah pesona dan kesegaran air terjun ini. Kita bisa duduk-duduk santai di bawah air terjun dan membiarkan tubuh kita dihempas oleh derasnya air.

Kisah Pertarungan Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono

Di balik Air Terjun Coban Rondo, tersembunyi cerita legenda yang bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mereka adalah  Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro.

Saat  pernikahan mereka baru menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa Jawa), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Orang tua Anjarwati melarang kedua pasangan ini pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan.

Ketika di tengah perjalanan, keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. Kepada para puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun.

Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Sejak saat itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo. Konon batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *