Eco TourismTourism

Festival krakatau

1537_Pasangan_yang_diarak_dalam_sebuah_tandu_menjadi_tontonan_menarik_di_Festival_Krakatau

Festival Krakatau adalah festival tahunan yang diselenggarakan di Lampung, diadakan untuk merayakan pulau vulkanik bernama sama, Krakatau. Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Gunung Krakatau meletus pada 1927, letusan itu kemudian menghasilkan pulau-pulau kecil baru, yang diberi nama Anak Krakatau.Selama festival, pengunjung dapat menikmati berbagai macam pertunjukkan seperti Karnaval Tuping (Karnaval Topeng Lampung), atraksi gajah serta berbagai macam tarian dari Lampund dan kota sekitarnya.

Akhir dari rangkaian acara ini adalah kunjungan ke pulau vulkanik itu, masih aktif tetapi sedang tidur lelap. Festival Krakatau merupakan salah satu perhelatan kebudayaan unggulan dari Provinsi Lampung. Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan parade kebudayaan yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Lampung. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten dan kota yang ada di Lampung. Awalnya, festival tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat Lampung untuk mempertegas posisi Lampung sebagai daerah yang secara langsung memiliki Gunung Krakatau. Sebab dahulu status Krakatau sempat tak jelas. Kalau dilihat dari peta kehutanan, Krakatau masuk ke daerah Jawa Barat, tetapi kalau ditilik dari wilayah administratif, Krakatau masuk dalam wilayah administrasi Lampung karena lokasi gunung tersebut tepat berada di Kalianda.

Festival yang diramaikan dengan karnaval, atraksi seni tradisional, pameran, dan berbagai lomba ini mulai diadakan sejak tahun 1990. Dalam perjalanannya, terdapat banyak variasi yang dilakukan. Karenanya, dari tahun ke tahun, terdapat perbedaan pada konten acara yang ditampilkan. Bagian acara yang selalu mendapat perhatian besar adalah karnaval karena melibatkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat. Karnaval diisi dengan parade busana tradisional dari dua suku besar di Lampung, yaitu Sai Batin dan Pepadun. Ditampilkan pula kesenian topeng tradisional tupping dan sekura yang menjadi salah satu kekhasan seni tradisional Lampung. Karnaval juga dimeriahkan peragaan busana kreasi kontemporer dari bahan kain tapis. Selain itu, atraksi unik seperti parade baris berbaris polisi cilik, marching band, dan gajah-gajah dari Taman Nasional Way Kambas juga ikut meramaikan Festival Krakatau.

Hal tersebutlah yang membuat diadakannya Festival Krakatau sekaligus untuk mengenalkan potensi wisata Provinsi Lampung. Festival ini memiliki arti penting tersendiri bagi masyarakat Provinsi Lampung karena pada awalnya, festival ini merupakan suatu bentuk upaya dari masyarakat provinsi ini guna memperjelas bahwa Gunung Krakatau merupakan milik Provinsi Lampung karena dahulu wilayah Krakatau sempat mengalami ketidakjelasan masuk ke wilayah mana, apakah Jawa Barat atau Lampung. Selain itu, festival ini juga diadakan untuk menunjukkan bahwa wilayah di sekitar Gunung Krakatau merupakan obyek wisata yang bisa diandalkan selain Taman Nasional Way Kambas. Di dalam rangkaian acara Festival Krakatau ini terdapat berbagai kegiatan menarik yang bisa disaksikan dan diikuti, antara lain pameran, pagelaran budaya, olahraga, tur Gunung Krakatau dan masih banyak lagi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button