Festival Pulau Penyengat Targetkan Jaring Ribuan Wisman

0
Festival Pulau Penyengat Targetkan Jaring Ribuan Wisman

Terletak tepat di seberang kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, pulau kecil Penyengat sedang dikembangkan  untuk menjadi ikon baru pengembangan pariwisata dan budaya Tanjungpinang. Tahun ini, Tanjung Pinang di Kepulauan Riau menggelar Festival Pulau Penyengat dari tanggal 14-18 Februari 2018. Diharapkan dari kegiatan festival tersebut akan dihadiri oleh ribuan wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Tanjungpinang, Reni Yusneli, mengatakan, pihaknya optimis target wisman mengunjungi festival yang diselenggarakan di Pulau Penyengat bakal tercapai. Hal ini mengingat Tanjungpinang bertetangga dengan Singapura dan Malaysia.

“Hubungan pertalian sejarah antara Tanjungpinang, Malaysia, dan Singapura sebagai alasan wisman mengunjungi festival itu,” ucap Reni.

Ia mengatakan, Festival Pulau Penyengat salah satu kegiatan kepariwisataan andalan yang diharapkan dapat memberi kontribusi besar terhadap jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri tahun 2018.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pariwisata dan budaya Melayu, memperbaiki industri kelautan dan meningkatkan jumlah wisatawan asing dan domestik karena Pulau Penyengat adalah daerah perbatasan,” ujarnya.

Reni mengatakan, festival yang dilaksanakan rutin sejak 2016 diharapkan dapat mengenang kembali historis pulau itu sebagai pulau bersejarah yang pada masa lampau menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga.

Festival ini merupakan upaya untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan melayu yang menjadi identitas masyarakat melayu di Kepri.

“Mulai tahun 2018 pelaksanaan festival ini disejalankan dengan Hari Jadi Pulau Penyengat yang sudah disepakati antara zuriat (keturunan) raja-raja Kerajaan Melayu Riau-Lingga yang bermukim di Pulau Penyengat bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar menyatakan, pihaknya mendukung Festival Pulau Penyengat 2018 tersebut. “Kami bantu promosikan juga kepada wisman,” katanya.

Ia mengatakan, Festival Pulau Penyengat terdiri dari berbagai macam kegiatan yakni Lomba Gurindam XII tingkat SMA dan SMP se-kota Tanjungpinang, Lomba Berzanji tingkat dewasa umum, Lomba Fotografi untuk fotografer se-Kepulauan Riau, Lomba Kompang tingkat Kelurahan, dan Lomba Busana Melayu tingkat SMA/Sederajat se-kota Tanjungpinang.

Sementara kegiatan yang didukung Kementrian Pariwisata yakni Lomba Sampan Dayung untuk masyarakat umum, Lomba Pukul Bantal masyarakat umum, Lomba Gasing oleh Komunitas Gasing, Lomba Becak Hias untuk becak motor Pulau Penyengat, dan Lomba Ngambat Itik dengan peserta masyarakat umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *