Festival Teluk Ambon
Ambon adalah ibu kota Provinsi Maluku. Dahulu Ambon dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Sampai sekarang pun masih. Selain penghasil rempah-rempah, Ambon juga dikenal lewat keindahan alamnya yang begitu memukau bagi siapa saja yang mengunjunginya. Kota Ambon terletak di daerah datar, dikelilingi oleh Teluk Ambon yang indah, yang didukung oleh pegunungan hijau subur dan menghadap ke air jernih dan taman karang berwarna-warni dan beraneka ragam spesies. Kota Ambon juga dikenal sebagai “Ambon Manise” yang berarti Ambon itu manis atau cantik. Nama ini dikarenakan keindahan alam Ambon yang menawan dan keramahan orang di sini, juga dikenal sebagai pulau tropisnya Indonesia.
Sebagai salah satu tempat paling awal di Indonesia yang ditempati oleh kekuasaan kolonial Belanda, Ambon memiliki sejarah yang panjang. Banyak kebudayaan Ambosebuah festival yang digelar untuk memperkenalkan dan mengangkat keindahan Maluku ke mata dunia. Maluku bukan hanya dikenal akan keindahan alamnya saja, tapi juga kekayaan budaya dan sejarahnya. Jika mendengar Maluku, masyarakat Indonesia akan terbayang dengan pantai dan laut yang membentah penuh pesona. Maluku memiliki pulau-pulau yang menjadi saksi bisu sejarah panjang Indonesia. Ambon, Banda, Saumlaki, Ternate, dan juga Tidore merupakan sejumlah wilayah Maluku yang menjadi daya tarik orang asing, seperti Portugis. Maluku dikenal dengan rempah-rempahnya yang senilai dengan emas di mata dunia.
Festival Teluk Ambon pertama kali diadakan pada tahun 2006. Sejak saat itu, festival ini menjadi festival tahunan yang berlangsung setiap Bulan September. Dalam festival ini Anda dapat menyaksikan beberapa lomba menarik. Salah satu yang dapat disaksikan adalah lomba perahu tradisional Manggarube Arumbae yang satu perahunya ditumpangi hingga 31 orang. Ada juga perlombaan perahu semang (bercadik) yang didayung perempuan memakai pakaian tradisional Maluku. Perlombaan menarik lainnya adalah lomba berenang estafet yang dimulai dari Teluk Ambon (di Martafons) dan berakhir di ujung selatan Ambon (di Galala). Selain lomba perahu, ada pula kompetisi fotografi taman bawah laut, memancing tradisional, melukis dan membuat mosaik, serta membacakan cerita Batu Badaong yang akan diikuti pelajar dari seluruh Ambon.
Diadakan untuk pertama kalinya pada 2006, Festival Teluk Ambon berlangsung setiap tahun di akhir September. Acara ini diadakan tidak hanya di Ambon tetapi juga di seluruh Kabupaten Seram bagian Barat. Gelaran Festival Teluk Ambon telah menjadi salah satu kebanggaan warga Provinsi Maluku. Bisa dibilang, inilah event terbesar yang digelar tiap tahun. Sebagai salah satu daerah yang kaya akan potensi wisata, festival ini memang menjadi magnet bagi banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tentunya, festival ini berbeda dengan festival di daerah lain.
Memiliki reputasi sebagai daerah pesisir atau kepulauan, perlombaan dan pertunjukkan yang dilangsungkan selama festival tentunya identik dengan ragam adat dan kebiasaan masyarakat kepulauan. Keunikan inilah yang menjadikannya sangat menarik sebab hal serupa tidak akan bisa ditemukan di daerah lain. Keunikan Festival Teluk Ambon tidak hanya terlihat dari beragam perlombaan tradisional, pertunjukan tari-tarian dan juga musik tradisional, tetapi juga bazaar makanan lokal yang siap mengisi perut tiap pengunjung. Anda bisa menikmati sajian makanan lokal yang disuguhkan oleh peserta resmi ataupun pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi perlombaan. Sebut saja, ikan bakar dan ikan asap. Hidangan utama ini selalu menjadi salah satu kuliner unggulan dan difavoritkan. Selain rasanya yang juara, hidangan ini juga sangat terjangkau dan mudah ditemui.
