Finalist Mermaid Merman Indonesia 2026 Arindiana Janindya Maknai Hari Kartini dari Laut

0
Screenshot

Screenshot

El John News, Jakarta – Semangat Hari Kartini terus hidup dalam berbagai bentuk inspirasi perempuan masa kini, termasuk dari dunia bahari. Arindiana Janindya, Finalist Mermaid Merman Indonesia 2026, menjadi salah satu sosok yang menghadirkan makna Kartini melalui kecintaannya terhadap laut. Baginya, peringatan ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga refleksi atas peran perempuan dalam membawa perubahan di bidang yang mereka tekuni.

Dalam perjalanannya, Arindiana kerap disebut sebagai “Kartini Laut”, sebuah julukan yang ia sambut dengan penuh rasa syukur. “Jujur aku merasa terhormat banget kalau disebut sebagai ‘Kartini Laut’, karena sosok Kartini menandakan perjuangan, keberanian, dan dedikasi,” ungkapnya. Namun, ia menegaskan bahwa julukan tersebut bukan sekadar label, melainkan pengingat untuk terus berkontribusi, khususnya dalam menjaga dan melestarikan potensi laut Indonesia.

Kecintaan Arindiana terhadap laut berawal dari hobi berenang sejak kecil. Rasa penasaran akan keindahan Indonesia membawanya menjelajahi berbagai destinasi laut, hingga akhirnya mendalami scuba diving dan freediving. Perjalanannya berlanjut ketika ia menemukan dunia mermaiding, yang awalnya ia anggap mudah, namun ternyata membutuhkan keterampilan dan dedikasi tinggi. “Buatku, ini bukan sekadar hobi atau pekerjaan, tapi cara aku untuk bercerita tentang laut,” ujarnya.

Sosok Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi besar dalam membentuk pola pikir Arindiana. Ia melihat Kartini sebagai simbol keberanian perempuan untuk berpikir berbeda di tengah keterbatasan. Nilai tersebut ia terapkan dalam menghadapi berbagai stigma, termasuk anggapan bahwa dunia mermaid hanya untuk perempuan dengan standar fisik tertentu. Menurutnya, siapa pun memiliki kesempatan yang sama selama memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang.

Melalui momentum Hari Kartini, Arindiana juga menyampaikan pesan bagi perempuan masa kini. Ia mengajak untuk tidak menunggu keadaan sempurna dalam memulai langkah. “Jangan tunggu keadaan ideal untuk melangkah. Tetaplah belajar, berpikir kritis, dan berani bersuara,” tuturnya. Ia percaya bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk keberanian untuk menjadi diri sendiri.

Menutup refleksinya, Arindiana menekankan bahwa menjadi Kartini tidak harus selalu dalam skala besar. Perjuangan bisa hadir dalam tindakan kecil yang konsisten dan bermakna. “Jadilah terang dengan caramu sendiri tidak harus sempurna, tapi terus menyala dan memberi arti,” pungkasnya, menegaskan semangat Kartini yang tetap relevan hingga kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *