FISIP Universitas Bangka Belitung Adakan Focus Group Discussion
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung menggelar agenda rutin yaitu Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema mengenai “Politik Sumber Daya Alam (Negara, Dunia Industri, dan Masyarakat Dalam Persilangan Kepentingan)”. Kegiatan ini dikoordinir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP dan digelar pada Sabtu, 30 juni 2018 bertempat di Hotel Puri 56 Kota Pangkalpinang.
Diskusi ini bertujuan untuk membahas potensi Sumber Daya Alam Indonesia terutama yang berada di Provinsi Kepulauan.Bangka Belitung dan mengetahui proses serta manfaat melalui perspektif politik serta regulasi dari negara. Tema diskusi terinspirasi dari beragam kondisi potensi Sumber Daya Alam seperti timah, wisata pantai, dan lain-lain di Bangka Belitung . “Tetapi keberadaan potensi ini tak jarang menimbulkan perselisihan dimana banyaknya kepentingan-kepentingan yang terjadi antara negara ,dunia industri dan masyarakat”. ujar Karyati, Ketua Pelaksana Kegiatan FGD yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Inggris FISIP UBB.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB yang menghadirkan narasumber Dr. Ibrahim selaku Dekan FISIP UBB, Toni Purnama S.IP selaku Wakil Ketua DPRD Prov Kepulauan. Babel, Ferry Hardiyanto. ST mewakili Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Babel, serta Sandy Pratama M.Si, Dosen Jurusan Ilmu Politik FISIP UBB. Diskusi rutin ini dihadiri peserta mahasiswa/i berbagai perguruan tinggi dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Babel. Kegiatan ini menitikbertakan pada pembahasan tambang timah di Bangka Belitung yang kemudian mencari solusi terhadap pengelolaan timah agar timah tidak hanya dikenal dalam sejarah.
Bangka Belitung kaya akan mineral sehingga pengelolaan sektor tambang harus dilakukan dengan bijak agar keberadaan timah di Babel tidak berimbas negatif terhadap masyarakat. Hasil tambang dari Bangka Belitung dapat dikelola sendiri oleh daerah dengan modal yang kuat sehingga mampu menghasilkan produk-produk olahan yang dapat dipasarkan di dalam maupun luar negeri. Harapan ke depan adalah semua sektor dapat bekerjasama tanpa mementingkan kepentingan tertentu dengan tetap mengedepankan regulasi izin penambang tanpa merusak lingkungan hidup.
Sementara itu, pemateri Sandy Pratama M.Si mengatakan nilai strategis Sumber Daya Alam adalah adanya bahan baku dan energi untuk keperluan produksi dan kemakmuran surpulasi sedangkan kelangkaan persediaan sumber daya terjadi sebagai dampak dari jumlah konsumsi. Negara telah memiliki aturan dalam mengelola Sumber Daya Alam sehingga masyarakat dapat menanti realisasi. Tata kelola sumber daya menjadi pembahasan penting di masa depan agar dapat menjadi bahan guna meningkatkan kualitas Negara Indonesia dari berbagai sisi.
