Gandeng Dekranasda, Kemenparekraf Akan Perkuat Produk Ekraf
Produk ekonomi kreatif (ekraf) menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan sektor pariwisata. Produk ini dapat menjadi daya tarik wisatawan saat mengunjungi suatu destinasi.
Untuk meningkatkan kualitas produk ekraf, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi akan memperkuat kolaborasi dengan Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda).
Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkunjung ke kantor Dekranasda Kota Batam, Jumat (22/1/2021). Kunjungan ke kantor Dekranasda merupakan salah satu rangkaian kegiatan Sandiaga selama melakukan kunjungan kerjanya di Batam.
Di kantor Dekranasda Batam, Sandiaga melihat produk yang dihasilkan para pelaku ekraf di kota Batam yang berada di bawah naungan Dekranasda Batam. Sandiaga juga sempat berbincang-bincang dengan sejumlah pelaku ekraf terkait seputar usaha yang dijalaninya di tengah pandemi COVID-19.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi dan juga Walikota Batam, Muhammad Rudi.
Sandiaga mengapresiasi produk yang dihasil pelaku ekraf di Batam. Produk tersebut memiliki memiliki kreativitas tinggi sehingga sudah layak dijadikan souvenir untuk wisatawan. Bahkan produk tersebut juga sudah dapat dijual ke pasar internasional, karena kualitasnya sudah mendunia.
Sandiaga mengungkapkan Kemenparekraf akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku ekraf di Batam. Dukungan yang diberikan itu berupa pendampingan maupun pelatihan. Upaya ini dapat berjalan mulus dengan melibatkan Dekranasda sehingga koordinasi akan semakin mudah dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan juga piawai serta penuh kreativitas dalam membuat atau memproduksi suatu produk.
“Rencananya kami di Kemenparekraf akan kerja sama untuk membantu pemasaran baik segi digital maupun mengajak kolaborasi dengan desainer nasional dan internasional,” kata dia.
Pandemi memberikan dampak yang besar terhadap para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Banyak pelaku ekonomi kreatif, terutama UMKM yang harus kehilangan pemasukan bahkan terpaksa memberhentikan sebagian pekerjanya.
“Ini menjadi keprihatinan kami, untuk itu kami di Kemenparekraf akan bekerja sama dengan Dekranasda untuk memetakan peluang-peluang kerja yang hilang sehingga kita bisa isi kembali dengan konsep kolaborasi agar kita mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat di kota Batam,” ujarnya.
Dalam beberapa waktu ke depan Kemenparekraf/Baparekraf dikatakannya akan meluncurkan kembali kampanye #BeliKreatifLokal dan mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif di Kota Batam turut serta.
“Mudah-mudahan program ini bisa mendorong lebih lagi penguatan para pelaku ekonomi kreatif di Kota Batam, dan Kepulauan Riau pada umumnya,” ujar Sandiaga.
Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, mengakui salah satu kendala yang dialami para pelaku ekonomi kreatif di Kota Batam adalah promosi.
Ia pun berharap dukungan dari Kemenparekraf/Baparekraf akan lebih meningkatkan kualitas produk ekonomi kreatif para pengrajin di kota Batam.
“Kita harap Kemenparekraf bisa terus mendukung kami,” kata Marlin Agustina.

