Gedung Putih Bantah Trump Terima 10 Tuntutan Iran

0
Untitled

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt memberikan keterangan pers terkait proposal yang diajukan Iran (Foto: tangkapan layar Youtuber The White House)

El John News-Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak serta-merta menerima proposal Iran yang diajukan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, menyatakan bahwa laporan yang menyebut Washington menyambut baik proposal 10 poin dari Teheran adalah tidak benar. Ia menegaskan bahwa proposal awal tersebut justru ditolak sepenuhnya oleh pemerintah Amerika Serikat.

“Proposal itu benar-benar dibuang ke tempat sampah oleh tim Amerika Serikat,” ujar Leavitt.

Menurutnya, setelah penolakan tersebut, Iran kembali mengajukan proposal yang telah direvisi. Namun, Gedung Putih tidak mengungkap secara rinci isi terbaru dari usulan tersebut.

Leavitt menekankan bahwa posisi Amerika Serikat tetap konsisten, terutama terkait program nuklir Iran. Pemerintah AS menegaskan bahwa penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan yang akan dicapai.

“Garis merah Presiden, yaitu penghentian pengayaan uranium di Iran, tidak berubah,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam unggahan di platform Truth Social, Presiden Trump menyebut proposal terbaru dari Iran sebagai “dasar yang layak untuk bernegosiasi.” Ia juga menyampaikan optimisme bahwa gencatan senjata dua minggu dapat membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan yang lebih permanen.

“Periode dua minggu ini akan memungkinkan perjanjian diselesaikan dan diwujudkan,” tulis Trump.

Sejumlah poin yang diketahui publik dari proposal Iran mencakup tuntutan hak untuk tetap memperkaya uranium, pencabutan sanksi ekonomi, serta penghentian permanen serangan terhadap wilayah mereka.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat mengajukan tuntutan yang berbeda. Washington menginginkan Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium serta menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya.

Selama ini, Iran dilaporkan terus mengembangkan program pengayaan uranium yang berpotensi digunakan sebagai bahan senjata nuklir. Namun, pemerintah Teheran berulang kali membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.

Isu program nuklir ini menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu. Ketegangan tersebut berujung pada serangan militer yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Gencatan senjata akhirnya disepakati pada awal April, membuka peluang bagi kedua pihak untuk melanjutkan negosiasi menuju penyelesaian jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *