GIPI Ajak Para Pelaku Industri Majukan Pariwisata Indonesia
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DPD Bangka Belitung menggelar Rapat Kerja daerah (Rakerda), Rabu 23 Januari 2019 yang bertempat di meeting room lantai 5 Renz’s Hotel Pangkalpinang. Rakerda dibuka oleh Ketua umum DPP GIPI Didien Djunaidi, seminar tersebut mengangkat tema “Sinergitas dan Peran GIPI dalam Memajukan Pariwisata Bangka Belitung”.
Kegiatan Rakerda dihadiri Wakil Ketua DPP GIPI Johnnie Sugiarto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel A Rivai, Ketua GIPI Babel Djohan Riduan Hasan, dan Anggota DPD RI Bahar Buasan.
Dalam sambutannya, Didien mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam GIPI Babel untuk membangun pariwisata Bangka Belitung dan mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (Wisman) pada tahun 2019.
“Untuk membangun Pariwisata Bangka Belitung, kita harus berkolaborasi dengan berbagai pentahelix. Melakukan kerjasama antara Industri pariwisata dengan pemerintah daerah, akademisi, pengusaha, komunitas dan media untuk membangun satu konsep kebersamaan,” kata Didien.
Senada dengan Didien, Wakil Ketua GIPI Johnnie Sugiarto memaparkan mengenai trend digital pariwisata. Teknologi digital berperan penting dalam mengembangkan pariwisata di Indonesia. Dan cara itu dirasa paling tepat di era milenial saat ini. Untuk mengubah dunia secara radikal ada dua cara yaitu regulasi atau teknologi. Kita memilih teknologi digital untuk pariwisata agar kita dapat menguncang dunia.
“Yang lagi trend saat ini, orang sudah tidak lagi datang ke travel agent, namun melalui gadget. Dengan gadget semua orang bisa memilih berwisata ke tujuan yang diinginkan,” jelas Johnnie dihadapan peserta Rakerda DPD GIPI Babel.
Menurut Johnnie, apabila pariwisata Babel ingin berkembang, mereka harus menggelar berbagai even. Johnnie mencontohkan, seperti Kota Semarang menggelar 67 even. Hal tersebut harus dipikirkan oleh pemerintah daerah, karena pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri melainkan harus didukung dari industri pariwisata.
“Orang tertarik datang ke suatu daerah karena banyak berbagai aktivitas maupun even yang diselenggarakan. Oleh karena itu, untuk menarik wisatawan datang ke suatu daerah, maka saat ini setiap daerah berlomba-lomba menyelenggarakan berbagai event, bahkan ada daerah yang sudah membuat calender of event tahunan yang tanggal dan skedulnya tidak berubah-ubah,” ungkap Johnnie.
Sudah saatnya setiap destinasi wisata menggunakan digital sebagai materi promosinya. Look-Book-Pay harus diperhatikan oleh para pelaku destinasi. Untuk menciptakan ekosistem agar Indonesia menjadi destinasi wisata utama mancanegara. Program ini memberikan edukasi, knowledge sharing, mentoring hingga validasi terhadap market maupun bisnis. Juga menjadi akses kepada pemangku kebijakan, sesama pelaku bisnis pariwisata maupun konsumen langsung.
“Kunci keberhasilan lain di sektor pariwisata tidak lepas dari komitmen pemimpin daerah. jika pariwisata di daerah ingin maju, pastikan CEO Commitment. Termasuk keseriusan gubernur dan bupati atau walikota. Ketika mereka serius, semua urusan pariwisata jadi mudah, cepat dan lancar. Begitu pun sebaliknya,” tutup Johnnie.
Dalam rangkaian kunjungan ke Bangka selama 2 (dua) hari, 22-23 Januari 2019 bersama ketua umum GIPI Bapak H Didien Djunaidi. Johnnie Sugiarto melanjutkan rangkaian kegiatan dengan talkshow di radio eljohn FM Pangkal Pinang yang juga di relay oleh jaringan radio eljohn FM dari berbagai kota.